Diserukan, Pemilu 2019 Harus Mudah Diakses Difabel

Bawaslu Karanganyar dan perwakilan penyandang disabilitas berdiskusi di Cafe Euphoria, Karanganyar, Selasa (5/3/2019). - Istimewa
07 Maret 2019 23:35 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karanganyar menggelar sosialisasi Pemilu dengan penyandang disabilitas di Cafe Euphoria, Karanganyar, Selasa (5/3/2019).

Para peserta menyerukan adanya akses bagi penyandang disabilitas untuk mempermudah mereka saat pemungutan suara. Salah satu peserta, Widiyati, 44, meminta Bawaslu menyediakan akses bagi difabel. Dia mengatakan walaupun disabilitas mempunyai keterbatasan fisik, kaum disabilitas pasti bisa untuk ikut menyukseskan Pemilu 2019.

“Difabel bermacam-macam, antara lain, tuna netra, kursi roda, idiot. Kalau idiot, kami ingin diberikan pendamping saat di TPS. Akses jalan untuk pengguna kursi roda diperlukan sehingga tidak ada kesulitan dalam memberikan suara saat pemilu,”kata dia kepada Solopos.com.

Warga Mojogendang tersebut mengatakan, sebagai perwakilan yang diutus oleh Forum Disabilitas Mojogedang Bersatu (FDMB) dia akan berbagi materi yang didapatkan pada siang itu kepada anggota forum. Dia akan mendorong anggota tidak golput dan meyakinkan untuk akses disabilitas pasti diperhatikan.

Ketua Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, mengatakan sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 5 penyandang disabilitas mempunyai hak untuk memilih, dipilih, dan sebagai penyelenggara pemilu. “Harapannya supaya penyandang disabilitas tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara. Tetapi ikut berperan aktif dalam setiap tahapan pengawasan pemilu. Ketika ada indikasi pelanggaran tentunya dengan sukarela melaporkan kepada Bawaslu. Bawastu tidak dapat mengawasi secara maksimal dengan jumlah TPS sebanyak 3.149 lokasi. Kami hanya memiliki lima pengawas di Kabupaten, tiga di tiap kecamatan, dan hanya satu di tiap desa,”katanya kepada Solopos.com.

Nuning mengaku, mendapatkan banyak masukan dari penyandang disabilitas yang hadir. Dia mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan komisi pemilihan umum (KPU) Karanganyar. Terutama untuk menyediakan hak akses bagi penyandang disabilitas sehingga penyandang disabilitas bisa ikut mensukseskan pemilu.

Berdasarkan pantauan Solopos.com acara yang bertajuk Ngobrol Bareng Penyandang Disabilitas diikuti peserta sebanyak 56 orang. Acara dimulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Secara terpisah, Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari, mengatakan penyandang disabilitas itu termasuk dalam daftar pemilih pada Pemilu 2019. Dia mengaku, tidak semua TPS ada pemilih penyandang disabilitas. Pihaknya akan melakukan pelacakan di masing-masing TPS untuk menyediakan akses kepada peyandang disabilitas.