Banjir dan Longsor Paksa 71 Keluarga Wonogiri Mengungsi

Personel BPBD Wonogiri dibantu aparat TNI, sukarelawan, dan warga membersihkan jalan yang dipenuhi lumpur akibat banjir di Dusun Nglaran, Desa Banyakprodo, Tirtomoyo, Kamis (7/3/2019). (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
07 Maret 2019 17:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonogiri pada Rabu-Kamis (6-7/3/2019) mengakibatkan banjir di dua kecamatan dan tanah longsor di empat kecamatan. Akibatnya, sebanyak 71 keluarga di Tirtomoyo dan Nguntoronadi harus mengungsi.

Di Kecamatan Tirtomoyo, banjir terjadi di Dusun Sembulan RT 003/RW 002, Desa Tanjungsari. Banjir merendam sejumlah rumah dengan populasi 13 keluarga atau setara 22 jiwa. Di Tanjungsari, banjir juga merendam lahan pertanian seluas lebih dari 20 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Nguntoronadi, banjir menggenangi rumah warga di dua desa yakni Desa Kulurejo dan Desa Bulurejo. Akibatnya, 58 keluarga atau 182 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Secara terperinci, jumlah pengungsi di Desa Kulurejo, meliputi Dusun Sambeng 33 keluarga atau 80 jiwa, Dusun Ngropoh satu keluarga atau lima jiwa, dan Dusun Papringan dua keluarga atau 10 jiwa.

Kemudian di Desa Bulurejo, banjir terjadi di Dusun Krapyak dengan korban enam keluarga atau 26 jiwa dan Dusun Karangturi 19 keluarga atau 61 jiwa. Banjir juga merendam lahan pertanian seluas sekitar 35 hektare.

“Banjir juga mengakibatkan beberapa ruas jalan kabupaten, kota, dan provinsi sempat terendam dengan ketinggian air bervariasi. Akses jalan provinsi yang menghubungkan Ngadirojo-Pacitan juga terendam dengan ketinggian air satu meter. Selain itu, talut jalan di sejumlah lokasi juga longsor,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (7/3/2019).

Bambang menjelaskan selain banjir, tanah longsor juga terjadi di empat kecamatan yakni Selogiri, Wonogiri, Tirtomoyo, dan Kismantoro. Di Kecamatan Selogiri, tanah longsor menimpa dinding samping rumah Kasimin dan merobohkan bangunan Posyantek milik Bayu Solehudin, warga RT 003/RW 004, Desa Kepatihan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa namun kerugian ditaksir Rp20 juta. Tanah longsor juga terjadi di Dusun Sendang dan Dusun Gondang Legi, Desa Sendang, Wonogiri. Lalu, bencana yang sama terjadi di Dusun Ngroto, Desa Sukoharjo, dan Dusun Sumberejo, Desa Dlepih di Kecamatan Tirtomoyo.

Sedangkan di Kismantoro, longsor terjadi di Dusun Sambeng, Desa Lemahbang, mengakibatkan sebuah rumah rusak ringan. “Di tiga kecamatan itu tidak ada korban jiwa. Namun, akumulasi kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp72,6 juta,” urai Bambang.

Ia menerangkan akibat bencana itu, BPBD mengevakuasi warga ke pengungsian sementara serta mendistribusikan logistik untuk persiapan dapur umum dan kegiatan pemulihan kondisi. BPBD berkoordinasi dengan Satlantas untuk pengalihan arus lalu lintas arah Pacitan melalui Pracimantoro.

“Kami juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan sukarelawan FPRB untuk penanganan evakuasi dan dampak bencana. Mobil tangki BPBD dikerahkan untuk membersihkan wilayah terdampak banjir,” urai Bambang.