70% Tiket Kereta Api H-3 Hingga H-1 Lebaran Sudah Terjual

Antrean pemesan tiket kereta api di Stasiun Senen, Jakarta. (Bisnis/Abdullah Azzam)
08 Maret 2019 04:35 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebagian besar tiket KA reguler angkutan Lebaran sudah terjual hingga Kamis (7/3/2019). PT KAI mengimbau masyarakat tidak membeli tiket kereta api secara dadakan.

PT KAI mulai melayani penjualan tiket untuk angkutan Lebaran, Senin (25/2/2019) dini hari. Penjualan tiket dibuka secara online melalui website resmi PT KAI dan KAI Access untuk pemberangkatan 90 hari kemudian.

Tiket kereta api H-3 hingga H-1 Lebaran dijual mulai 4 Maret. Pejabata Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan khusus kereta api reguler untuk perjalanan H-3 hingga H-1 Lebaran sudah terjual sekitar 70%.

"Jadi untuk yang reguler sudah sekitar 70% terjual. Tapi masih ada, nanti juga masih ada kereta tambahan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (7/3/2019).

Tiket perjalanan H-10 Lebaran, dia menyebutkan belum terlalu banyak terjual. "Biasanya orang akan memilih yang mendekati Lebaran," lanjut dia.

Eko berharap untuk keperluan Lebaran, masyarakat tidak memesan tiket terlalu mepet dengan waktu keberangkatan. "Pemesanan kami sarankan bisa secara online melalui KAI Access," terang dia.

Sebelumnya diberitakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi Rabu, 29 Mei 2019 atau H-7 Lebaran. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada Minggu, 9 Juni 2019 atau H+3 Lebaran dengan memperhatikan hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Selama Lebaran 2019, PT KAI akan mengoperasikan 356 rangkaian kereta api reguler dan 50 kereta api tambahan atau total 406 kereta api. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 3% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 393 rangkaian kereta api.

Sementara itu, Kepala Stasiun Balapan, Suharyanto, mengatakan untuk pembelian tiket untuk Lebaran biasanya lebih banyak diakses secara online. "Jadi kalau melalui stasiun langsung tidak banyak. Kebanyakan dilakukan secara online," kata dia, Kamis.