Solopos Hari Ini: Banjir di Hulu Sampai Hilir

Solopos 8 Maret 2019
08 Maret 2019 09:10 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Banjir terjadi di belasan kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kamis (7/3). Sebagian wilayah yang terendam banjir itu berada di hulu hingga hilir Bengawan Solo. Di Jawa Tengah, banjir terjadi di Klaten, Wonogiri, dan Sukoharjo.

Sedangkan wilayah hilir Bengawan Solo yang ikut terendam banjir seperti Madiun, Lamongan, Bojonegoro, hingga Gresik. Di Klaten, luapan Sungai Dengkeng serta anak sungainya terjadi di empat kecamatan yakni Bayat, Trucuk, Wedi, dan Cawas. Jumlah desa yang terdampak luapan air sungai sekitar 15 desa.

Bencana banjir di Jateng dan Jatim menjadi headline Harian Umum Solopos edisi Jumat (8/3/2019). Selain kabar tersebut ada beberapa kabar lainnya yang menjadi fokus utama Koran Solopos hari ini:

DAMPAK BANJIR: Ribuan Warga Mengungsi

Banjir merata terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Rabu-Kamis (6-7/3). Kabupaten Madiun menjadi wilayah terparah akibat banjir. Lebih dari 3.518 warga mengungsi akibat banjir yang merendam 39 desa di Madiun.

Banjir juga menyebabkan jalan tol Ngawi-Kertosono di Madiun ikut terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat 15 kabupaten/kota mengalami banjir.

HARI RAYA NYEPI: Belajar Toleransi dari Kampung Wisata di Lereng Lawu

Rintik hujan membasahi wilayah Karanganyar, Kamis (7/3) pagi. Hawa dingin menusuk kulit saat Espos saat tiba di Dukuh Jlono, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, pukul 09.00 WIB.

Dukuh Jlono terdiri atas 56 keluarga dengan jumlah penduduk lebih dari 200 jiwa. Kampung itu dihuni warga dengan latar belakang agama yang beragam seperti Islam, Kristen, dan Hindu.

Setiap Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka, pemeluk agama Islam dan Kristen menghormati pemeluk agama Hindu dengan berjaga di kampung tersebut.

Baca selengkapnya di Epaper Solopos

Hujan dalam intensitas tinggi yang turun di kawasan Soloraya selama dua hari terakhir selain memicu banjir juga mengakibatkan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Di Karanganyar, tanah longsor mengakibatkan satu orang meninggal. Informasi yang dihimpun Espos, satu korban meninggal adalah pengendara sepeda motor Honda Vario pelat nomor AD 3974 IK, Sandy Firmansyah, 27, warga Waringinrejo RT 002/ RW 022, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Berita tanah longsor di Karanganyar menjadi headline di halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi Jumat (8/3/2019). Simak beberapa kabar lainnya yang menjadi fokus utama:

LIMBAH MEDIS: Pengawasan Manajemen Limbah Diperketat

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo bakal meningkatkan pengawasan terhadap puluhan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Bengawan. Pengawasan dilakukan menyusul temuan limbah medis di Jl. Kapten Mulyadi dan di bekas tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Jurug, Jebres.

UMS JOB FAIR: Merintis Hidup Baru Selepas Kuliah

Antony Maulana, 25, berdiri tak jauh dari pintu masuk GOR Kampus II Universitas Muhammadiyah Solo (UMS), Kamis (7/3) siang. Pandangan mata lulusan Program Studi (Prodi) Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS itu tertuju pada antrean panjang ratusan orang yang dimulai dari depan pintu masuk GOR Kampus II UMS.

Antony yang baru diwisuda Agustus 2018 lalu berniat melamar kerja lewat UMS Solo Jobfair VI yang diadakan Alumni Career Employment Center (ACEC) UMS selama dua hari, yaitu Rabu-Kamis (6-7/3).

Baca selengkapnya di Epaper Solopos