4 Lembaga Pendanaan Tertarik Bangun Kontruksi PLT Sampah Putri Cempo Solo

Lahan rencana pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di kawasan TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Jumat (23/11 - 2018). (Solopos/NIcolous Irawan)
08 Maret 2019 23:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Empat lembaga pendanaan menyatakan minat untuk menyokong pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Sampah Putri Cempo Solo. Tenggat waktu financial close (berburu pendanaan) itu bakal berakhir Maret tahun depan. 

Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP), Elan Syuherlan, mengatakan empat lembaga tersebut yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero, OCBC Bank, China Construction Bank, dan Korean Development Bank.

“Empat lembaga pendanaan itu menyatakan tertarik. Paling dekat sementara PT SMI. Kami lihat-lihat dulu penawaran mereka seperti apa. Kami mau yang terbaik,” kata dia saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (6/3/2019). 

Sebagai lembaga pemberi pinjaman, sejumlah penawaran yang menjadi pertimbangan di antaranya jangka waktu, besaran bunga, dan sejumlah poin komersial lain. Elan mengatakan saat ini baru selesai menandatangani adendum keempat perpanjangan masa persiapan pembangunan PLT Sampah Putri Cempo. 

Adendum tersebut telah diperpanjang beberapa kali sejak akhir 2016 lalu. Perpanjangan bisa dilakukan selama maksimal enam bulan. “Insya Allah ini yang terakhir. Masa persiapan pembangunan kontruksi sampai September nanti. Inginnya sebelum itu sudah mulai pembangunan,” ucapnya.

Dalam penandatanganan tersebut, terdapat sejumlah perubahan pada isi kerja sama di antaranya penambahan pasal pengalihan saham dan pegawasan mekanisme menurut Peraturan Presiden. Selain itu, ada sejumlah poin sesuai masukan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP). 

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro, menyebut bakal berkoordinasi dengan dua kementerian lain untuk menyusun mekanisme subsidi sebagai dukungan pembangunan PLT Sampah Putri Cempo. 

“PLT sampah termasuk program pembangunan ramah lingkungan. Ada dua hal yang digarisbawahi di sini yakni bagaimana mengatasi sampah dan menghasilkan sumber energi terbarukan,” ucapnya.

Bambang mengapresiasi terapan teknologi zero waste yang tidak menghasilkan emisi dan sampah buangan. Selama ini, sambung Bambang, muncul kritikan soal incenerator pengolahan sampah yang tetap meninggalkan buangan. 

“Kami akan upayakan fungsi PLT sampah bisa 100%. Karena kalau hanya separuh, pengolahan sampah tidak bisa optimal,” kata dia.