KPU Solo Coret 5 WNA Dari Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
08 Maret 2019 22:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo mencoret lima warga negara asing (WNA) pemilik KTP elektronik (e-KTP) yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) hasil pemutakhiran (HP) lantaran tidak berhak mencoblos dalam Pemilu 2019.

Penjelasan tersebut disampaikan Komisioner KPU Solo, Kajad Pamuji, saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (7/3/2019) siang. Menurut dia, sebenarnya WNA di Kota Solo yang mempunyai e-KTP ada 114 orang. Tapi hanya lima orang yang masuk DPT HP.

“Pencoretan lima WNA ini karena mereka tidak memenuhi syarat [TMS] sebagai calon pemilih Pemilu 2019. Selanjutnya, nama kelima WNA sudah kami coret dan dipastikan tidak akan mendapat undangan mencoblos April 2019,” ujar dia.

Kajad menjelaskan beberapa WNA masuk DPT karena mereka menikah dengan warga negara Indonesia (WNI) dan terdaftar di kartu keluarga (KK) mertua mereka. Seperti yang terjadi pada Nancy, warga negara Filipina di Kelurahan Sewu.

Perempuan yang sudah tinggal di Indonesia selama 17 tahun itu menikah dengan WNI belasan tahun silam. “Dia sudah punya anak, status anaknya ini kan WNI, umurnya sudah 17 tahun. Nama dia sudah kami coret secara manual,” imbuh dia.

Kajad menjelaskan KPU wajib menyampaikan kepada publik ihwal perubahan DPT HP termasuk dicoretnya lima WNA. Langkah itu sebagai bagian transparansi data dan kinerja KPU. Harapannya agar penyelenggaraan Pemilu bisa lancar.

Disinggung adanya WNA yang mempunyai e-KTP, menurut Kajad, karena memang diperbolehkan secara aturan. Dia hanya mengimbau kepada PPK, PPS, dan KPPS agar lebih jeli dalam pemutakhiran DPT Pemilu 2019 agar tak ada kekeliruan.

Lebih jauh, Kajad menjelaskan jumlah pemilih di DPT HP II tercatat 421.999 orang. Jumlah itu akan berubah menyusul adanya pendataan DPT tambahan yang saat ini angkanya di kisaran 1.200 orang. DPT tambahan masih terus di data.

Pendataan dilakukan di kantong-kantong pendatang seperti di sekitar Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. “Data DPT tambahan ini belum dikunci sehingga masih bisa terus berubah. Tim terus mendata di sekitar Kampus UNS,” kata dia.