KPU Sukoharjo Temukan 4.715 Lembar Surat Suara Rusak

Ilustrasi surat suara (Bisnis/Dwi Prasetya)
08 Maret 2019 08:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo menemukan sebanyak 4.715 lembar surat suara pemilihan presiden (Pilpres) 2019 rusak. Hal ini diketahui setelah KPU merampungkan pelipatan dan penyortiran logistik surat suara pilpres.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda mengatakan surat suara ditemukan dalam kondisi rusak karena beberapa faktor. Di antaranya noda tinta hitam di salah satu gambar pasangan calon, warna hitam putih pada gambar pasangan calon dan lainnya.

"Dari total 682.937 [lembar] surat suara pilpres yang diterima, kami sudah merampungkan sortir dan pelipatan surat suara. Hasilnya dari itu ada 4.716 lembar surat suara yang rusak," kata Nuril, Rabu (6/3/2019).

Nuril mengatakan pelipatan dan sortir surat suara dikerjakan secara teliti dengan melibatkan 75 pekerja. Mereka dibagi dalam tujuh kelompok dengan masing-masing satu koordinator. Para petugas lipat dan sortir surat suara ini dipilih setelah melalui seleksi dministrasi dengan persyaratan bukan anggota partai, tim sukses, dan lain sebagainya.

Selama pelipatan surat suara, petugas juga tidak diperkenankan membawa handphone, tas, maupun dompet. KPU memberikan honor senilai Rp50 per surat suara bagi petugas. "Mereka datang dan pulang juga dilakukan pengecekan. Jadi tidak ada kemungkinan mereka membawa surat suara," katanya.

Lebih lanjut Nuril mengatakan ihwal surat suara yang kondisinya rusak kemudian dibuatkan berita acara selanjutnya dilaporkan ke KPU Provinsi Jawa Tengah dan diteruskan ke KPU pusat. Sejauh ini, Nuril mengaku tidak mengetahui kapan surat suara pengganti akan datang. "Kami laporkan dahulu. Nanti tinggal menunggu surat suara penggantinya," jelasnya.