Indahnya Embung Giriroto Boyolali

Embung Giriroto (Instagram/khbb_21)
08 Maret 2019 19:10 WIB Chelin Indra Sushmita Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI Embung Giriroto di Ngemplak, Boyolali, menjadi wahana wisata baru yang cukup menarik perhatian. Jika dibandingkan dengan embung lain di Boyolali, Embung Giriroto tampak lebih megah. Ada tulisan berwarna kuning keemasan di pintu masuk kawasan tersebut.

Wujud Embung Giriroto menjadi bahan pembahasan di kalangan warganet. Foto Embung Giriroto unggahan pemilik akun Instagram @khbb_21 yang dibagikan ulang @agendasolo, Jumat (8/3/2019), memperlihatkan kemegahan Embung Giriroto.

“Sudah pernah ke sini? Embung ini termasuk baru, lokasinya tidak jauh dari Kota Solo, tepatnya di Giriroto, Ngemplak, Boyolali (utara Tol Solo-Kertosono). Ada yang sudah ke sini?” tanya pengelola akun Instagram @agendasolo lewat keterangan foto.

Penampung air hujan tersebut terlihat sangat indah di bawah langit biru tanpan awan mendung. Di bagian pinggir embung diberi pagar warna merah terang. Jalanan di sekitar Embung Giriroto di pasangi paving block. Deretan pepohonan hijau membuat pemandangan di sekitar Embung Giriroto semakin indah.

Warganet yang melihat foto tersebut tak mau ketinggalan memberikan komentar. Ada beberapa orang yang mengaku pernah ke sana, namun ada pula yang malas bertandang ke Embung Giriroto. “Dekat sih, tapi kok jalannya jelek yang dari Pandeyan,” komentar @yullia_nw97.

Sudah bolak-balik ke sana, sampai bosan,” imbuh @nandaita_.

Setiap hari ke sana. Aku joging di sana,” sambung @andreryd_.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, selesainya pembangunan Embung Giriroto, Ngemplak, Boyolali, membawa optimisme pemerintah desa setempat untuk menggerakkan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). BUM Desa menjadi salah satu sarana untuk menarik peran aktif masyarakat dalam pembangunan desa.

Kepala Desa Giriroto, Purwanto, menyatakan BUM Desa seharusnya memberikan keuntungan kepada banyak pihak terutama masyarakat. “Hal ini juga untuk mendorong warga supaya mau kembali membangun desa,” terangnya.

Bukan hanya pemerintah, namun warga lokal perlu mendapatkan ruang untuk merasakan dampak langsung, terutama secara ekonomi. Saat ini, meski embung masih dalam masa pemeliharaan, pihaknya mempersilakan warga yang ingin berkunjung.