Menakar Kesiapsiagaan, Polresta Solo Geladi Pengamanan Pemilu

Polisi melakukan latihan Sispam Kota di Stadion Manahan, Solo, Jumat (8/3/2019). Latihan pengamanan sebagai persiapan menghadapi pemilu tersebut akan berlangsung hingga Rabu (13/3 - 2019). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
09 Maret 2019 02:37 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Polresta Solo memulai latihan simulasi pengaman pemilu di Halaman Stadion Manahan Jumat (8/2/2019) pagi. Latihan pengamanan mencakup pengamanan sebelum dan sesudah hari pelaksanaan pemilu.

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, saat ditemui Solopos.com di lokasi latihan simulasi, mengatakan berbagai rangkaian pengamanan menjelang dan sesudah pemilu dilatihkan sebagai kesiapan petugas. Berbagai situasi saat aman hingga ada gangguan dilatihkan sehingga seluruh petugas baik Polri maupun TNI.

“Seluruh petugas supaya dapat mengetahui tindakan apa yang dilakukan ketika ada sebuah kejadian. Saat ini masih rangkaian-rangkaian latihan dulu, simulasi inti akan digelar pada Rabu [13/3/2019] pekan depan,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan saat situasi tenang, proses kampanye, hari tenang, saat pemungutan suara, hingga terjadi kerusuhan dilatihkan penanaganannya. Latihan yang dipusatkan di Kota Solo itu digelar beberapa hari agar saat puncak simulasi seluruh rangkaian kejadian dapat mengalir dengan baik.

Sebelumnya Polresta Solo menandatangani memorandum of understanding (MoU) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo terkait pengamanan setiap tahapan Pemilu 2019, Selasa (29/1/2019) . MoU ditandatangani Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo dan Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, di Mapolresta Solo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai dan jajaran KPU Solo.

“Poinnya komitmen Polri untuk mengamankan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan KPU terkait pelaksanan pemilu. Dalam menjalankan tugas KPU kan ada risiko yang ditanggung. Kami siap mengamankan,” ujar Andy Rifai kepada reporter Solopos.com, Kurniawan.

Dia menjelaskan potensi gangguan yang bisa muncul dalam penyelenggaraan pemilu beraneka ragam seperti pengancaman kepada pribadi anggota KPU maupun secara kelembagaan. Bisa juga tindakan teror ke kantor KPU.

Potensi gangguan yang lain berupa intimidasi oleh kelompok tertentu. “Sampai saat ini Solo dan pelaksanaan setiap tahapan pemilu masih aman. Tapi bisa saja dalam perjalanan ke depan muncul gangguan di lapangan,” kata dia.