Korban Banjir di Sukoharjo Dimintai Mewaspadai Ancaman Penyakit Ini

Banjir menggenangi jalan di Desa Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (7/3 - 2019). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
09 Maret 2019 09:53 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

SUKOHARJO–Masyarakat korban banjir diminta mewaspadai berbagai bakteri yang bercampur air saat banjir yang menggenangi sebagian wilayah Kecamatan Mojolaban dan Grogol. Bakteri penyakit itu bisa membahayakan manusia yang berdomisili di daerah langganan banjir.

Sebagian wilayah Sukoharjo merupakan daerah langganan banjir terutama di sepanjang Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin. Ada dua kecamatan yang wilayahnya terendam banjir yakni Grogol dan Mojolaban. Ratusan rumah penduduk terendam banjir pada Kamis (7/3). Ketinggian mencapai lebih dari 50 sentimeter atau sepaha orang dewasa.

Tak sedikit sumur milik warga juga terendam luapan air sungai. Air sumur bercampur air sungai yang terdapat bakteri penyakit. “Tak menutup kemungkinan air sumur warga ada bakteri penyakit. Ini yang perlu diwaspadai masyarakat pascabanjir,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular DKK Sukoharjo, Dwi Purnomo, saat berbincang dengan Solopos di kantornya, Jumat (8/3/2019).

Biasanya, lanjut Dwi, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai menderita diare dan gatal-gatal. Selain itu, mereka juga wajib mewaspadai penularan penyakit leptospirosis. Bakteri leptospira berasal dari air kencing atau darah tikus. Bakteri ini bisa terbawa air sungai saat meluap dan merendam permukiman penduduk.

Selama ini, pemahaman masyarakat terkait penyebaran penyakit leptospirosis masih rendah. Mereka belum mengetahui secara jelas penyebab, gejala, dan pencegahan terefektif penyakit leptospirosis. Terlebih, gejala awal leptosprirosis mirip flu seperti demam, mual dan pusing. “Petugas puskesmas bakal terjun langsung ke lokasi banjir untuk mengecek kondisi sumur milik warga. Hal ini untuk memastikan apakah air sumur mengandung bakteri atau tidak,” ujar dia.

Selain itu, petugas medis bakal memasukkan kaporit dan lisol di sumur warga. Kaporit berfungsi untuk menjernihkan sumur warga yang bercampaur air sungai. Sementara lisol untuk membunuh bakteri leptospira yang hidup di air.