Petani di Sragen Kritik Bantuan Alsintan dan Benih Tanaman Pemerintah

Ilustrasi bantuan alsintan. (Dok)
09 Maret 2019 05:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen mengkritik kebijakan pemerintah yang terus menggulirkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) maupun benih tanaman lantaran dinilai tak mendesak.

Ketua KTNA Sragen, Suratno, berharap bantuan alsintan atau benih tanaman dihentikan. Dia menilai petani saat ini lebih membutuhkan ketersediaan pupuk dan penanganan pascapanen daripada bantuan alsintan maupun benih.

“Sampai sekarang petani masih kesulitan mencari pupuk karena ada kebijakan pembatasan kuota. Penanganan pascapanen juga harus diperhatikan. Jangan sampai begitu musim panen tiba, harga gabah malah anjlok,” ujar Suratno kepada Solopos.com, Kamis (7/3/2019).

Suratno merasa heran mengapa selama ini pemerintah gemar menyalurkan bantuan alsintan maupun benih tanaman yang menurutnya tidak mendesak. Kebanyakan bantuan alsintan diberikan dalam wujud traktor atau combine harvester.

Terkait dua petugas Dinas Pertanian (Dispertan) Sragen yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengadaan alsintan, Suratno berharap hal itu dijadikan pelajaran berharga.

“Harusnya itu jadi bahan introspeksi supaya ke depan bantuan kepada petani itu tidak hanya diwujudkan dalam bentuk alsintan atau bibit. Petani sebetulnya juga tidak butuh bantuan benih karena petani bisa menyemai benih sendiri. Tanpa bantuan dari pemerintah, mereka masih bisa menyemai benih,” papar Suratno.

Anggota Komisi IV DPR, Agustina Wilujeng Pramestuti, mendukung langkah aparat penegak hukum untuk mengusut kasus dugaan pungli yang mewarnai penyaluran bantuan alsintan di Dispertan.

“Saya sebagai pihak yang selama ini memperjuangkan bantuan alsintan kepada petani menyesalkan hal itu. Saya dukung langkah aparat penegak hukum. Jika butuh data pendukung untuk proses penyelidikan, kami siap memberikan,” ujar Agustina saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan konsolidasi partai di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis.