Kerap Makan Korban, Jembatan Bunder Sragen Bakal Direhab

Sejumlah pelajar melintasi garis polisi di jalan menuju Jembatan Bunder, perbatasan Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, dan Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen, Jumat (8/3/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
09 Maret 2019 08:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen berencana membongkar Jembatan Bunder di perbatasan Masaran dan Karangmalang lantaran kerap memakan korban kecelakaan.

Jembatan akan diganti dengan konstruksi baru yang lebih nyaman bagi pengguna jalan. Seperti diketahui, curamnya tanjakan jalan setelah Jembatan Bunder yang menghubungkan Desa Kedungwaduk di Kecamatan Karangmalang dan Desa Gebang di Kecamatan Masaran, Sragen, baru saja memakan korban.

Rofi Prasetyo Wibowo, 11, ditemukan tidak bernyawa pada Jumat (8/3/2019) pagi setelah mobil pikap Suzuki Carry yang dikemudikan ayahnya, Koko Subandiyanto, 43, warga Pandak, RT 006, Desa Krikilan, Masaran, Sragen, terperosok ke Sungai Mungkung akibat gagal melewati jalan menanjak setelah jembatan pada Kamis (7/3/2019) malam.

Dalam kurun waktu tiga tahun, sudah ada tiga kendaraan masing-masing mobil pikap dan dua truk yang terperosok ke sungai gara-gara gagal melewati jalan menanjak setelah jembatan. Jauh sebelum tiga kejadian nahas itu, curamnya jalan di kedua ujung Jembatan Bunder juga sudah memakan dua korban jiwa dari kalangan pengendara sepeda angin.

“Tahun ini kami baru membuat DED [detailed engineering design] jembatan. Tapi tahun ini belum teranggarkan dana untuk pekerjaan konstruksi,” jelas Kepala Dinas PUPR Sragen, Marija, kepada Solopos.com, Jumat.

Marija mengakui kondisi Jembatan Bunder dengan jalan yang curam tidak cukup aman bagi pengguna jalan. Oleh karenanya, Dinas PUPR berencana membangun jembatan dengan desain yang lebih safety.

Jembatan itu rencananya dibuat lebih tinggi sehingga jalan di kedua ujung jembatan tidak lagi menanjak tajam. “Jembatan akan dibuat lebih tinggi biar jalan tidak lagi curam dan menikung. Biar kendaraan bisa jalan lebih langsam [jalan pelan-pelan] dan nyaman. Mudah-mudahan pada 2020, jembatan itu bisa dibangun,” papar Marija.

Tarmin, 52, warga Dusun Bunder, RT 014, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Sragen, mengatakan peranan Jembatan Bunder sangat vital bagi warga di tiga kecamatan yakni Karangmalang, Kedawung, dan Masaran. Menurutnya, jembatan ini cukup ramai dilintasi warga mulai dari pelajar, petani, buruh pabrik, dan lain-lain.

Tarmin berharap Jembatan Bunder bisa segera diperbaiki supaya lebih nyaman dan tidak lagi memakan korban. “Sebaiknya ada pengaman berupa pagar besi di tepi jalan supaya kendaraan yang tak kuat menanjak tidak terperosok ke sungai. Jembatan ini sudah disurvei petugas Pemkab Sragen. Mudah-mudahan saja segera diperbaiki,” ujarnya.