Diduga Bunuh Diri, Jenazah Anggota PPS Tenggak Ditemukan di Jembatan Mantingan Sragen

Tim SAR gabungan mengevakuasi mayat anggota PPS Tenggak, Triyanto, 36, dengan kantung mayat dari bibir sungai Bengawan Solo ke daratan di wilayah Dukuh Ngrejeng, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sabtu (9/3 - 2019). (Solopos/Tri Rahayu)
09 Maret 2019 12:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Misteri temuan sepeda motor Yahama Jupiter berpelat nomor AD 4390 YY di Dukuh Meteb RT 011, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, pada Jumat (8/3/2019) pagi lalu akhirnya terungkap. Motor tersebut milik Triyanto, 36, warga Dukuh Nglombo RT 003, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, yang diduga bunuh diri di Sungai Bengawan Solo pada Kamis (7/3/2019) malam.

Jenazah laki-laki yang bertugas sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, ditemukan di bawah Jembatan Mantingan, Jawa Timur, Sabtu (9/3) pukul 05.30 WIB oleh tim gabungan seacrh and rescue (SAR).

Jenazah Triyanto dievakuasi dengan perahu karet milik SAR Himalawu Sragen lewat jalur air dan kemudian dinaikan ke daratan di wilayah Dukuh Ngrejeng, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, pada pukul 07.45 WIB. Jenazah itu mengeluarkan bau tidak sedap dan kondisinya sudah membengkak karena lebih dari 24 jam berada di air.

“Kami mulai melakukan pencarian dengan cara mencegat di Jembatan Mantingan sejak Jumat malam. Saya bersama 25 orang anggota SAR gabungan dari Himalawu, BPBD, Tagana, MDMC, Kompas, Banser, dan Semut Ireng, mulai nyanggong [mengadang] di Jembatan Mantingan mulai pukul 22.00 WIB. Kami menggunakan beberapa lampu tembak untuk memantau permukaan air Bengawan Solo,” ujar sukarelawan SAR Himalawu Sragen, Totok Marwoto, yang akrab disapa Mbah Ber, 61, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu pagi di Ngrejeng.

Mbah Ber menjelaskan setelah semalaman nyanggong di Jembatan Mantingan akhirnya tim SAR melihat sosok mayat mengapung di Bengawan Solo dan melintas di bawah Jembatan pada pukul 05.30 WIB. Tim SAR gabungan langsung memburu mayat itu dengan perahu karet. Mayat berhasil dievakuasi pada jenazah itu pada pukul 06.00 WIB.

“Ciri-ciri jenazah persis dengan ciri-ciri Triyanto yang disampaikan keluarga, yakni berkaus hijau dan bercelana panjang hitam. Kami berkoordinasi dengan BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] untuk membawa jenazah lewat air dan dievakuasi ke daratan di wilayah Ngrejeng ini,” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono datang ke lokasi dan langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga, Polsek Ngrampal, dan tim identifikasi Satreskrim Polres Sragen. Dari pihak keluarga datang tiga orang yang dikoordinasi Bayan Tenggak, Mulato, bersama dua perwakilan tetangga korban. Salah satu tetangga korban, Didik, 42, saat ditemui Solopos.com setelah memastikan mayat temuan SAR itu benar-benar Triyanto menjelaskan kronologinya.

“Pada Kamis itu warga sudah curiga. Triyanto ini mondar-mandir di sekitar Bengawan Solo. Padahal rumahnya berada di pinggir Jl. Pungkruk-Gawan. Lalu pada Kamis malam warga Metep mendengar suara motor meraung-raung dekat sungai. Kemudian pada Jumat pagi baru ditemukan motor Yahama Jupiter itu. Warga sudah mengetahui bila motor itu milik Triyanto sehingga memberitahu keluarga,” ujar Didik.

Diduga Bunuh Diri

Pihak keluarga sempat mencari-cari tidak ketemu dan akhirnya melapor ke Polsek dan tim SAR. Didik menjelaskan pamitnya dari rumah hanya keluar padahal Kamis malam itu ada rapat PPS di Balai Desa Tenggak dan Triyanto tidak hadir.

“Kami menduganya korban ini bunuh diri karena sebelumnya ada persoalan di internal keluarganya. Triyanto ini seorang pegawai honorer juga di SLB Sragen. Di sekolahan juga sering melamun sendiri,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan pencarian korban ini dilakukan dalam waktu 2x24 jam. Dia mengatakan BPBD bersama tim SAR lainnya dalam 2x24 jam itu mencari dua mayat, yakni mayat anak-anak berumur 11 tahun yang menjadi korban mobil pikap terjun ke sungai di wilayah Masaran dan mayat warga Tenggak Sidoharjo ini.

“Kami sengaja mengevakuasi ke darat di wilayah Ngrejeng karena akses ke darat lebih landai dan mudah dijangkau. Jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Minarso, membenarkan bila jenazah yang ditemukan tim SAR itu merupakan anggota PPS Tenggak. “Ya, almarhum memang anggota PPS Tenggak. Saya nanti juga mau takziah,” tuturnya.