Waduh, Lebih dari 3.000 Surat Suara di Wonogiri Rusak

Kasubag Keuangan dan Logistik KPU Wonogiri, Tanto Winurdin, duduk di kotak suara yang telah dirakit di Gedung Giri Cahaya, kawasan kota Wonogiri, Jumat (8/3/2019). Kotak suara berbahan kardus itu diklaim kuat, sehingga mampu menahan beban puluhan kilogram. - Rudi Hartono
09 Maret 2019 12:30 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Sebanyak 3.448 lembar surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri rusak. Terdapat bercak atau cecaran tinta pada gambar dan sedikit sobek di luar kotak gambar pasangan calon (paslon).

Hal itu diketahui pada penyortiran surat suara yang digelar di aula Sekolah Luar Biasa (SLB) dekat Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Rabu-Kamis (6-7/3) lalu. Pada Jumat (8/3), KPU menerima surat suara Pilpres sebanyak 887.718 lembar atau 497 lembar lebih banyak daripada yang diusulkan.

Saat dihitung, banyak kardus surat suara yang isinya berlebih. Setiap kardus sedianya berisi 2.000 lembar surat suara, tetapi banyak yang berisi 2.010 lembar bahkan ada yang berisi 2.100 lembar. Dari total surat suara yang diterima terdapat 3.448 lembar yang rusak. Sementara surat suara berkondisi baik 884.260 lembar. Dengan demikian surat suara masih kurang 2.961 lembar berdasar jumlah yang dibutuhkan, yakni 887.221 lembar.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan dan Logistik KPU Wonogiri, Tanto Winurdin, saat ditemui Espos di kantornya, Jumat, mengatakan kebutuhan surat suara Pilpres sebenarnya lebih dari 887.221 lembar. Lelaki yang akrab disapa Nurdin itu menjelaskan, 887.221 lembar surat suara itu dihitung berdasar daftar pemilih tetap (DPT), yakni 869.824 pemilih, ditambah 2 persen surat suara cadangan. Jumlah TPS di Wonogiri ada 3.913 unit.

“Saya sudah menghitung kebutuhan riil surat suara. Agar surat suara bisa memenuhi kebutuhan di setiap TPS, setidaknya perlu ditambah lagi lebih kurang 1.800 lembar. Kebutuhan ini juga berlaku untuk surat suara DPD, DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten,” kata Nurdin.

Logistik lain yang sudah diterima KPU yakni bilik suara, paku, pulpen, dan kotak suara. Seluruh logistik yang diterima sesuai kebutuhan yang diusulkan. Ada 19.540 kotak suara. Setiap TPS butuh lima kotak suara dan setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) memerlukan 11 kota suara untuk menyimpan formulir, hasil rekapitulasi, dan sebagainya. Logistik lainnya adalah 16.652 unit bilik suara (setiap TPS empat unit).

Sementara itu, pelipatan surat suara hingga kemarin belum selesai sejak dimulai hampir dua pekan lalu. Kotak disimpan di gudang di Sidoharjo dan Gedung Giri Cahaya depan Markas Kodim Wonogiri.

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Prasetyo Adi, menjelaskan pelipatan surat suara dilaksanakan secara bertahap sesuai kategori. Tahap pertama pelipatan terhadap surat suara Pilpres, selanjutnya surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Toto menilai pelipatan secara bertahap lebih memudahkan pelaksanaan.