Sewa Alut Keraton Solo untuk Pasar Darurat Klewer Timur Tak Diperpanjang

Kondisi di bekas pasar darurat Pasar Klewer di Alun-alun Utara Keraton Solo, Kamis (25/5 - 2017). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 Maret 2019 21:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak berniat memperpanjang sewa Alun-alun Utara untuk pasar darurat Klewer timur kendati pembangunan kembali pasar tersebut masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

Masa sewa Alut untuk pasar darurat Klewer timur akan selesai November 2019. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, mengatakan administrasi pembayaran sewa senilai Rp2,5 miliar itu akan dirampungkan pekan ini.

“Kami sudah berbicara dengan orang Keraton terkait sewa tersebut. Rencananya memang tidak diperpanjang karena kami optimistis pembangunan Pasar Klewer Timur selesai tahun ini. Pekan kemarin sedang urus surat-suratnya. Pekan depan pembayaran [biaya sewa]. Tahun lalu sudah dibayar setengah, jadi pekan ini setengahnya lagi,” kata dia dihubungi Solopos.com, Minggu (10/3/2019).

Sejak 2015, Alut disewa Pemkot sebagai lokasi pasar darurat bagi ribuan pedagang Pasar Klewer yang terbakar pada akhir 2014. Pada Februari 2019, Pemkot telah diundang Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menandatangani revisi detail engineering design (DED) Pasar Klewer Timur

Revisi itu menyasar efisiensi biaya dan konsep pasar hijau yang menjadi komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag). Konsep pasar hijau dimaksud adalah terang tanpa listrik di siang hari, sejuk tanpa pendingin udara, dan memiliki ruang untuk tanaman hijau. 

Desain pasar terdiri dari tiga lantai, yakni basement, semi basement, dan lantai I. Basement digunakan untuk parkir, semi basement untuk kios, dan lantai satu disulap menjadi taman. Anggaran tetap sama, yakni Rp58 miliar.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, membenarkan hal tersebut. “Enggak diperpanjang. Habisnya November. Kemarin sudah disposisi Pak Bagiyo untuk menyelesaikan urusan pembayaran,” ucapnya. 

Selagi menunggu masa sewa habis, Pemkot akan membongkar sebagian kios yang tidak digunakan. Sejak ribuan pedagang mulai menempati kios permanen Pasar Klewer barat pada 2017, kios-kios darurat di sisi timur alun-alun dibiarkan kosong. 

Pedagang Pasar Klewer timur hanya menempati kios darurat di sisi barat alun-alun. Rangka pasar darurat tersebut bakal dimanfaatkan untuk sejumlah program, di antaranya pembangunan tempat parkir dan selter pedagang pasar. 

“[Pasar] darurat kami pereteli, digunakan untuk garasi Satpol PP, misalnya. Lumayan, bisa juga untuk selter. Tak geret untuk bikin parkiran di sebelah masjid Balai Kota juga. Bahannya bagus, galvalum,” tutupnya.