Tiket H-7 Sampai H-1 Lebaran Ludes! Tenang, Masih Ada KA Tambahan

Kereta api 84 Sancaka Reguler rute Jogja menuju Surabaya melintasi jalur ganda di Stasiun Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (5/3/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
10 Maret 2019 21:40 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tiket kereta api (KA) angkutan Lebaran untuk H-7 hingga H-1 di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta habis terjual.

PT KAI membuka layanan pemesanan tiket mudik Lebaran pada H-90 (90 hari sebelum keberangkatan) atau sejak 25 Februari lalu. Meski tiket KA reguler sudah habis, masyarakat diminta tidak khawatir lantaran masih ada KA tambahan yang bisa dipesan menjelang Ramadan.

Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan tiket KA untuk Lebaran yang habis merupakan KA reguler. Hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman saat Lebaran menggunakan fasilitas KAI.

“Tolong masyarakat jangan putus harapan karena tiket reguler sebelum Lebaran habis. Dalam hal ini ada kemungkinan warga yang membatalkan tiket atau pun mengubah jadwal. Selain itu, masih ada pula KA tambahan yang belum dijual tiketnya,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (10/3/2019).

Dari pantauan Solopos.com melalui aplikasi KAI Access, situs www.kai.id, maupun online travel agent Traveloka tiket kereta api dengan rute Jakarta untuk keberangkatan H-7 hingga H-1 Lebaran ludes. Tiket yang habis terjual ini baik untuk kereta api kelas eksekutif maupun ekonomi untuk rute Jakarta ke Solo atau pun ke Yogyakarta.

Sejumlah KA reguler yang tiketnya habis untuk periode tertentu tersebut, yakni rute Jakarta-Solo ada KA ekonomi Matarmaja, Brantas, Jayakarta Premium, Senja Utama Solo, dan Majapahit, sementara KA eksekutif ada Argo Lawu, Argo Dwipangga, Senja Utama Solo, Bima, dan Gajayana.

Ini termasuk KA jarak jauh yang melintasi Daops VI dengan tujuan akhir Jawa Timur seperti Kediri, Surabaya, dan Malang. Sesuai jadwal pemesanan, tiket untuk H-7 (29 Mei) ini bisa diakses atau dibeli mulai 28 Februari lalu. Begitu pula dengan tiket H-6 dipesan mulai 1 Maret 2019 hingga tiket H-1 yang bisa dibeli pada 6 Maret.

Di sisi lain, tiket kereta api yang masih tersedia adalah saat hari H, yakni keberangkatan 5 Juni hingga setelahnya. “Masyarakat mohon bersabar, masih ada KA tambahan yang belum kami umumkan atau dijual tiketnya. Menilik tahun lalu, KA tambahan ini mulai bisa dipesan jelang Puasa. Bagaimana pun kami berusaha maksimal untuk menyiapkan KA tambahan tersebut,” imbuhnya.

Eko menggarisbawahi pegawai KAI juga tidak memperoleh prioritas untuk mengakses tiket KA mudik Lebaran ini. Artinya, karyawan yang hendak mudik mesti memesan tiket atau pun mengantre tiket seperti warga lainnya.

Meskipun demikian, ada dispensasi bagi pegawai KAI untuk turut dalam satu rangkaian kereta, tapi mereka sembari bertugas dan dibekali dengan akses khusus.

Sementara itu, salah satu karyawan swasta asal Klaten yang bekerja di Jakarta Pusat, Astuti, mengaku memilih mudik saat Lebaran dengan menggunakan akomodasi pesawat terbang. Meskipun demi pulang kampung ini, ia mesti mengeluarkan biaya mahal untuk membeli tiket pesawat yang dianggap lebih gampang mendapatkannya.

“Saya mending keluar uang agak banyak untuk beli tiket pesawat daripada mencari tiket kereta yang kemungkinannya kecil. Akan tetapi, rekan saya bekerja memilih pesan tiket kereta lewat agen meski kena tambahan biaya. Kalau beli sendiri, kami mesti melihat jadwal terus menerus kapan dibukanya penjualan tiket. Ini pun belum tentu tiketnya dapat,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 50 KA tambahan selama Lebaran 2019 siap dijalankan. KA tambahan Lebaran 2019 tersebut terdiri dari 27 KA eksekutif dan bisnis, 11 KA ekonomi non-PSO, 4 KA ekonomi PSO, dan 8 KA yang memanfaatkan rangkaian idle.