Asale Desa Dalangan Sukoharjo dari Larangan Melewati Pohon Keramat

Suasana halaman Kantor Kepala Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Sabtu (16/2 - 2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
10 Maret 2019 04:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menyimpan histori yang cukup menarik. Asal usul Desa Dalangan tak bisa dipisahkan dengan pohon besar yang berusia ratusan tahun.

Pohon itu terletak di tanah lapang yang dikelilingi pepohonan. Pohon itu memiliki akar serabut yang cukup kuat sehingga mampu bertahan ketika diterjang angin kencang.

Konon, pohon itu tumbuh di lokasi tanah lapang yang disinggahi kerabat keluarga Raja Mataram Sultan Agung Hanyokrokusumo. Kala itu, rombongan kerabat keluarga Sultan Agung berjalan kaki ratusan kilometer menuju arah timur. Sesekali mereka beristirahat untuk melepas lelah dan menyantap bekal makanan dan minuman.

Lantaran berjalan kaki tanpa henti selama berhari-hari, anggota rombongan didera kelelahan fisik. Beberapa anggota rombongan jatuh sakit lantaran fisik mereka terkuras lantaran menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki selama berhari-hari.

“Rombongan kerabat keluarga Sultan Agung beristirahat di tanah lapang. Mereka menyantap bekal makanan dan minuman sembari menghimpun tenaga,” kata sesepuh Desa Dalangan, Wagiyo, saat berbincang dengan solopos.com, Sabtu (16/2/2019).

Rombongan kerabat keluarga Sultan Agung beristirahat cukup lama. Mereka lantas melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyeberangi Sungai Bengawan Solo. Beberapa hari kemudian, muncul pohon peneduh yang rindang di lokasi yang disinggahi rombongan kerabat keluarga Sultan Agung.

Warga setempat tak menyangka pohon itu tumbuh cukup cepat. “Hanya satu pohon yang tumbuh di tanah lapang. Belum ada sebulan, pohon itu sudah besar dan akarnya terlihat kuat mencengkeram tanah,” ujar Wagiyo.

Lambat laun, pohon itu makin besar dan rindang. Pohon itu kerap mengeluarkan cahaya berwarna putih saat malam tertentu. Cahaya itu terlihat jelas dari rumah penduduk yang jaraknya lebih dari satu kilometer.

Pohon besar itu dianggap keramat oleh warga setempat. Mereka dilarang melewati area pohon keramat. Konon, para tokoh masyarakat setempat memberi nama pohon itu Dal. Warga yang nekat melewati pohon itu diyakini bakal tertimpa musibah atau halangan.

“Lantaran histori pohon keramat itu maka wilayah ini diberi nama Dalangan. Jika ada warga yang nekat melewati area pohon keramat pasti tertimpa musibah,” kata dia.