2 Tanggul Kali Dengkeng Jebol Jadi Penyebab Banjir Cawas Klaten

Banjir di kawasan Barepan, Cawas, Klaten, Kamis (7/3 - 2019) pagi)
10 Maret 2019 15:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Musibah banjir yang melanda 11 desa di Kecamatan Cawas, Klaten, disebabkan jebolnya dua tanggul Kali Dengkeng. Selain merendam 325 areal pertanian, banjir tersebut juga merusak jalan di Cawas.

Camat Cawas, Sofyan, mengatakan banjir di daerahnya beberapa waktu lalu disebabkan tanggul Kali Dengkeng di Desa Karangasem dan Desa Japanan jebol. Jebolnya tanggul diduga karena tak kuat menahan arus air yang terus-terusan menggerus tanggul.

Total terdapat 11 desa terdampak banjir, di antaranya Karangasem, Nanggulan, Burikan, Tlingsing, Pakisan, Bogor, dan Japanan. Sebelum jebol, tanggul di dua lokasi itu pernah rusak. Solusi awal hanya ditahan dengan bambu dan karung berisi pasir.

"Saat banjir kemarin, kerusakan tanggul semakin parah. Tanggul yang jebol di Karanganyar, semula lima meter menjadi 25 meter. Sedangkan tanggul di Japanan yang semula rusak tujuh meter menjadi 23 meter,” katanya saat ditemui wartawan di rumah dinas (rumdin) Bupati Klaten, Sabtu (9/3/2019).

Sofyan mengatakan jebolnya kedua tanggul itu mengakibatkan lahan pertanian seluas 325 hektare di Cawas tergenang. Padahal, tanaman padi di atas areal pertanian seluas 325 hektare itu dalam kondisi siap panen.

“Kami sedang mengupayakan agar lahan pertanian terdampak banjir memperoleh bantuan dari pemerintah. Setidaknya memperoleh bantuan benih untuk masa tanam berikutnya,” katanya.

Sofyan berharap pemerintah pusat segera memperbaiki dua tanggul yang jebol di daerah Cawas itu. Upaya perbaikan mendesak dilakukan agar kerusakan tanggul tak semakin parah.

Sejauh ini, perbaikan tanggul masih menggunakan pola lama, yakni menumpuk karung yang diisi pasir dan menancapkan bambu sebagai penahan karung berisi pasir.

“Warga berharap tiga hal terkait perbaikan tanggul, yakni pengerukan sedimen, penguatan tanggul, dan perbaikan dam di Kali Dengkeng. Semoga pemerintah pusat segera merealisasikan harapan warga itu. Kalau tidak segera diperbaiki, warga tetap waswas karena tanggul berpotensi jebol lagi,” katanya.

Terpisah, Camat Gantiwarno, Lilis Yuliati, mengatakan musibah banjir di daerahnya disebabkan luapan air dari Sungai Birin. “Saat ini, kondisi di Gantiwarno sudah membaik. Selain gotong royong, kami juga sudah memberikan bantuan sembako ke 75 keluarga atau 200 jiwa ke warga terdampak banjir di Gantiwarno,” katanya.