Diperiksa Bawaslu Klaten Soal Gambar Caleg, Camat Gantiwarno Yakin Tak Bersalah 

Camat Gantiwarno, LilIs Yuliati (paling kiri), dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Klaten di Kantor Bawaslu setempat, Sabtu (9/3/2019). (Istimewa - Bawaslu Klaten)
10 Maret 2019 18:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Camat Gantiwarno, Lilis Yuliati, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten terkait dugaan mengampanyekan salah satu calon anggota legislatif peserta Pemilu 2019, Sabtu (9/3/2019) pukul 09.30 WIB. 

Lilis Yuliati meyakini perbuatannya membagikan gambar seorang caleg di grup Whatsapp (WA) tidak melanggar netralitas aparatur sipil negara (ASN). Pada pemeriksaan itu, Lilis dicecar 25 pertanyaan oleh Bawaslu. 

Pantauan Solopos.com di Bawaslu Klaten, Lilis Yuliati datang ke kantor Bawaslu Klaten sekitar pukul 09.30 WIB. Lilis Yuliati menumpang kendaraan dinas camat, yakni Toyota Avanza warna merah berpelat nomor AD 826 C. Sampai di Kantor Bawaslu Klaten, Lilis Yuliati menjalani tahapan klarifikasi di ruang bagian tengah. 

Klarifikasi berlangsung secara tertutup. Setelah klarifikasi rampung, Lilis Yuliati menanandatangani berita acara klarifikasi dan Salat Zuhur di Bawaslu. Lilis Yuliati mulai meninggalkan kantor Bawaslu Klaten sekitar pukul 13.30 WIB. 

“Sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya penuhi panggilan dari Bawaslu Klaten hari ini [kemarin]. Saya sudah jelaskan semuanya tentang nge-share gambar salah satu caleg di Gantiwarno, Pak Purwanto. Tidak ada sama sekali muatan politis. Saya nge-share gambar itu karena baru tahu ada sukarelawan yang mencalonkan diri. Pak Purwanto itu salah satu sukarelawan di Gantiwarno. Itu grup internal [nama grup, yakni Gtwn Emergency & Rescue],” kata Lilis Yuliati saat ditemui wartawan di Bawaslu Klaten, Sabtu. 

Lilis Yuliati mengaku masuk sebagai anggota grup WA sukarelawan di Gantiwarno sejak beberapa bulan lalu. Lilis Yuliati tercatat sebagai anggota grup sejak memperoleh amanah sebagai Camat Gantiwarno. 

Sebagaimana diketahui, Lilis Yuliati melanjutkan estafet kepemimpinan Hari Purnomo yang memasuki masa purna tugas, awal Januari 2019. Selain mengklarifikasi ke Bawaslu Klaten, Lilis Yuliati juga membuat pernyataan di grup sukarelawan Gantiwarno. 

Isi pernyataan tersebut yakni tidak ada unsur kesengajaan untuk tujuan mendukung Purwanto yang merupakan caleg, Lilis hanya mengapresiasi secara personal terhadap seorang sukarelawan aktif yang maju menjadi caleg. 

Dia menekankan grup WA ini murni grup sukarelawan dan tak boleh ada unsur politik apa pun. Dia pun meminta maaf terkait dampak yang ditimbulkan yakni adanya salah satu pihak yang tidak berkenan. "Jaga selalu iklim kondusif, terima kasih atas perhatian dan kerja sama, gambar Pak Purwanto yang di-share kemarin agar dihapus dan diabaikan saja,” katanya. 

Lilis pun menegaskan sampai saat ini, saya masih menjadi anggota grup itu. Anggota Divisi Hukum Penindakan Penanganan dan Pengawasan Bawaslu Klaten, Tri Hastuti, mengatakan materi pertanyaan yang diajukan kepada Lilis terkait kronologi Lilis membagikan gambar salah seorang caleg di grup sukarelawan, beberapa waktu lalu. 

Di samping membagikan gambar, Lilis juga memberikan tanda jempol di grup WA. “Setelah ini, kami akan menggelar rapat dengan sentra penegakan hukum terpadu [Gakkumdu}, awal pekan mendatang. Dalam menangani kasus ini, kami juga memperoleh laporan dari masyarakat, selain temuan kami sendiri,” katanya.

Hal senada dijelaskan Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkurrahman. Klarifikasi terhadap Lilis itu sebagai langkah awal mengusut tindakan membagikan gambar caleg di grup WA. 

“Selain bu camat [Lilis], kami juga mengklarifikasi anggota panwascam dan sukarelawan. Semua dikumpulkan jadi satu sebelum mengambil kesimpulan,” katanya. 

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan belum menerima laporan secara resmi kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN yang menyeret camat Gantiwarno. “Belum ada laporan. Soal itu diserahkan ke peraturan yang ada. Prinsipnya, kami tetap mendorong ASN agar netral,” katanya.