Perpuhi Solo Ancam Laporkan Maskapai Garuda Indonesia Ke KPPU

Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu. (Solopos - Bayu Jatmiko Adi)
11 Maret 2019 21:40 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo berencana melaporkan PT Garuda Indonesia ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Hal itu terkait kebijakan PT Garuda Indonesia tentang penjualan tiket yang dinilai mengandung unsur monopoli. Pada pernyataan yang ditandatangani Ketua Perpuhi Solo Her Suprabu dan sekretaris Perpuhi Solo Muh. Widodo, Perpuhi menyatakan penyesalannya atas kebijakan yang diambil Garuda Indonesia.

Kebijakan yang dimaksud adalah menyangkut pemesanan tiket rute Solo-Jeddah dan Solo-Madinah di kantor cabang Solo yang tidak bisa dilakukan lagi. Per tanggal 1 Maret 2019, pemesanan tiket hanya bisa dilakukan melalui empat agen besar di Jakarta.

"Kami sangat menyesalkan sebab dari awal dulu, hadirnya rute Solo-Jeddah dan Solo-Madinah adalah upaya kami bersama merintis rute itu. Mulai dari satu kali sepekan hingga menjadi empat kali sepekan. Itu tidak lepas dari kontribusi anggota Perpuhi yang bisa dicek di portofolio dan pembukaan di Garuda," kata Her kepada wartawan di Solo, Senin (11/3/2019).

Dengan adanya kebijakan baru tersebut, saat ini biro umrah di Solo tidak bisa memesan tiket langsung ke Garuda, namun harus melalui pihak ketiga. Menurutnya Garuda Indonesia tidak menjaga komitmen bisnis yang sudah dibangun bersama.

Her Suprabu juga mengatakan kebijakan yang diambil Garuda Indonesia melanggar Undang-Undang No. 5/1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Dia menyebut sebagai BUMN mestinya PT Garuda Indonesia memberikan pelayanan yang sama kepada semua pelaku usaha.

Tidak hanya memberikan kepada kelompok usaha tertentu. Perpuhi memohon agar PT Garuda Indonesia mencabut kebijakan tersebut. "Jika memang tidak ada perubahan, ya kami alihkan ke maskapai lain," kata dia.

Selain terkesan adanya monopoli, rantai pemesanan tiket juga lebih panjang. Harga tiket pun akan lebih mahal.

Salah satu pelaku bisnis perjalanan umrah di Solo, Amir Bastari, juga menyatakan keberatan dengan kebijakan Garuda. Biro umrahnya, Amira, selama ini hanya melayani paket umrah dengan maskapai Garuda Indonesia.

Dalam semusim, Amira memberangkatkan 1.500-2.000 orang. "Terus terang sedih sebab kami 100% paket Garuda. [Kalau Garuda tidak mencabut kebijakan ini], kami akan mengikuti langkah Perpuhi mengalihkan ke maskapai lain," terang Direktur Amira tersebut, Senin.

Menurut informasi yang diterimanya, dengan penjualan tiket Garuda melalui pihak ketiga tersebut terdapat selisih harga sekitar Rp1 juta. Sementara itu hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak Garuda Indonesia.

General Manager Garuda Indonesia Solo, Hendrawan, tidak terjawab panggilan telepon dari Solopos.com. Pesan via Whatsapp juga tidak direspons.