103 Sarang Tawon Dilaporkan ke Dinas Damkar Solo, Bagaimana Tindak Lanjutnya?

Petugas Damkar Klaten menunjukkan sarang tawon yang sudah dibasmi di sela-sela Sosialisasi Penanggulangan Tawon di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (14/1/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
11 Maret 2019 23:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo terus kebanjiran permintaan untuk memusnahkan sarang tawon ndas dari masyarakat. Sejak awal tahun hingga Senin (11/3/2019) sudah ada 103 laporan atau permintaan pemusnahan sarang tawon.

Dari jumlah itu sekitar 90 permintaan sudah ditindaklanjuti tim Damkar Solo dengan mendatangi lokasi dan memusnahkan sarang tawon tersebut. “Dari segi jumlah permintaan penanganan sarang tawon sebenarnya lebih dari data yang sudah masuk ke kami. Beberapa permintaan operasi yang sama masuk ke teman-teman SAR dan ditangani oleh mereka,” tutur Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Damkar Solo, Gatot Sutanto kepada Solopos.com, Senin.

Gatot mengatakan belum semua permintaan operasi sarang tawon dipenuhi karena operasi tersebut dilakukan pada malam hari. Selain itu Damkar memprioritaskan operasi di jalur yang terdapat beberapa permintaan serupa.

“Tim kan biasanya melakukan beberapa operasi sekali jalan. Jadi mereka memprioritaskan yang sejalur perjalanan ada beberapa permintaan. Dengan begitu waktu dan tenaga bisa lebih efisien, tidak bolak-balik,” imbuh Gatot.

Dia menjelaskan saat melakukan operasi pemusnahan sarang tawon tim masih menggunakan pakaian pemadam kebakaran. Hingga saat ini Dinas Damkar Solo belum mempunyai seragam khusus untuk pemusnahan sarang tawon.

Namun Dinas Damkar Solo berencana membuat baju khusus modifikasi untuk operasi pemusnahan sarang tawon. Baju tersebut akan meniru hasil modifikasi yang dilakukan ahli racun dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Saat sosialisasi di Klaten beberapa bulan lalu ada ahli atau dokter racun dari Kemenkes yang menyampaikan kemudahan membuat baju modifikasi itu. Nah saat ini kami sedang menunggu contoh baju tersebut,” terang dia.

Gatot optimistis tim damkar Solo bisa membuat baju modifikasi seperti yang dimaksudkan ahli dari Kemenkes. Berdasarkan keterangan sang ahli, untuk membuat baju modifikasi seperti yang dia maksud tidak begitu sulit.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno, mendukung langkah Dinas Damkar Solo yang akan membuat baju modifikasi khusus untuk operasi pemusnahan sarang tawon. Alasannya tingginya operasi tersebut beberapa waktu ini.

Dengan adanya baju-baju itu Sukasno berharap petugas damkar bisa menjalankan operasi dengan tenang tanpa harus terancam sengatan tawon. “Faktor safety dalam sebuah operasi harus selalu dikedepankan,” seru dia.