Prihatin, Warga Bersihkan Situs Bersejarah Gunung Kunci Keraton Kartasura

Warga membersihkan sejumlah tempat di Gunung Kunci, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (10/3/2019). (Solopos - Iskandar)
11 Maret 2019 04:00 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah warga dan komunitas di Kartasura, Sukoharjo, membersihkan Gunung Kunci yang mereka percaya sebagai salah satu situs eks Keraton Kartasura yang kondisinya memprihatinkan.

Mereka membersihkan lokasi dari tanaman liar dan sampah yang berserakan di tempat tersebut. “Kondisi Gunung Kunci ini sudah parah semua. Sampah di mana-mana, drainase yang tidak mendukung sehingga tidak bisa berfungsi optimal,” ujar perwakilan komunitas, Janto, ketika ditemui di lokasi, Minggu (10/3/2019).

Menurut dia, kerja bakti ini diikuti sekitar tujuh komunitas. Jika undangan itu datang semua, ujar dia, mereka yang terlibat sekitar 300 orang.

Menurut dia, kerja bakti yang dilaksanakan tersebut juga dilatarbelakangi kepedulian warga terhadap situs sisa-sisa peninggalan Keraton Kartasura. Setidaknya apa yang mereka lakukan mampu menggugah warga untuk ikut melestarikan situs bersejarah yang kini terbengkalai.

Dia berharap di masa mendatang bisa membuat tempat terbuka hijau agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan outdoor anak-anak TK dan PAUD di sekitar lokasi. Guna meminimalkan pembuangan sampah di lokasi tersebut akan disediakan bak sampah bekerja sama dengan sejumlah RT di sekitar lokasi.

“Nanti kami juga akan memasang MMT bertuliskan imbauan agar warga tidak membuang sampah di tempat ini. Kami berharap imbauan tersebut bisa menyadarkan masyarakat sehingga tidak membuang sampah sembarangan,” kata Janto.

Sementara itu salah seorang warga setempat, Agung mengatakan di masa jaya Keraton Kartasura, Gunung Kunci merupakan salah satu tempat rekreasi keluarga keraton. Puncak bukit kecil setinggi kira-kira 20 meter itu terdapat beberapa makam yang dipercayai ada kaitannya dengan Keraton Kartasura.

“Menurut beberapa orang tua di sini lapangan di timur Gunung Kunci ini dulu merupakan kolam yang disebut Tamansari Keraton Kartasura. Kalau mendengar penuturan beberapa orang tua, dulu tempat ini cukup indah,” ujar dia.

Sementara itu Ketua Kampung Iklim Kartasura yang juga Lurah Ngadirejo, Kartasura, Tri Wahyudi, menyambut baik kerja bakti massal tersebut. Dia juga siap membantu membersihkan dahan dan ranting pepohonan yang dipotongi warga.

“Nanti dahan dan ranting ini akan saya angkut dari lokasi sehingga tempat ini tidak usah repot membuangnya. Nanti sampah organik ini akan kami proses dengan mesin di rumah sehingga menjadi pupuk organik yang bisa dijual,” ujar dia.