Perampokan Taksi Kosti di Solo Baru Sukoharjo Didasari Motif Balas Dendam

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi merilis perkara perampokan sopir taksi Kosti di Mapolres setempat, Senin (11/3/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
11 Maret 2019 16:40 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo mengungkapkan aksi perampokan terhadap sopir taksi di Solo Baru oleh dua orang, pria dan wanita, pada 3 Februari 2019 lalu, didasari motif balas dendam.

Hal itu berdasarkan keterangan dari kedua pelaku yang saat ini sudah ditangkap. Kedua pelaku itu yakni Loreng Dwi Prasojo, 30, warga RT 003/RW 012 Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, dan Zeni Liana Ningsih, 25, warga RT 007/RW 006 Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY.

Zeni ditangkap lebih dulu di rumahnya pada Rabu (27/2/2019) sedangkan Loreng ditangkap selang sehari kemudian di rumah kakaknya di Balong, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo Iwan Saktiadi saat gelar perkara di Mapolres Sukoharjo, Senin (11/3/2019, mengungkapkan aksi itu sudah direncanakan sebelumnya. Idenya datang dari Loreng. Dia juga yang melakukan survei, sementara Zeni membeli pisau cutter serta lakban.

Kapolres mengatakan sesuai keterangan kedua tersangka, motif perampokan sopir taksi Kosti itu adalah balas dendam. Kedua tersangka balas dendam lantaran pernah menjadi korban tabrak lari sopir taksi Kosti.

Kejadian tabrak lari tersebut terjadi dua pekan sebelum aksi perampokan berlangsung. Saat itu Loreng menjadi korban tabrak lari sopir taksi Kosti. Kemudian aksi tabrak lari kembali menimpa kedua tersangka yang saat itu tengah berboncengan.

Namun keduanya tidak mengidentifikasi taksi yang menabraknya. "Mereka hanya melihat yang menabrak itu taksi berwarna biru diketahui taksi Kosti. Kemudian mereka berdua merencanakan balas dendam," katanya.

Kapolres menjelaskan Loreng merencanakan aksi balas dendam dengan mengajak Zeni pada 3 Februari lalu. Loreng meminta Zeni membeli lakban, cutter, dan tali rafia. Keduanya kemudian berboncengan naik sepeda motor berjalan dari Kartasura menuju RS dr. Oen Solo Baru.

Kendaraan itu mereka parkirkan di rumah sakit dan keduanya berjalan keluar sambil memesan jasa layanan taksi berbasis daring atau online dengan tujuan belakang Hotel Fave Solo Baru. Mereka memesan taksi secara online menggunakan handphone Zeni.

"Delapan kali mereka memesan taksi namun yang datang bukan taksi Kosti lalu mereka cancel. Hingga satu jam berikutnya, barulah yang datang taksi Kosti dengan sopir atas nama Sumarno dan mereka naik menggunakan taksi itu," katanya.

Kedua tersangka kemudian menggunakan taksi tersebut sesuai aplikasi dengan tujuan belakang Hotel Fave Solo Baru. Loreng duduk di belakang sopir dan Zeni duduk tepat di samping sopir.

Setiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.40 WIB, Loreng langsung menjerat leher Sumarno menggunakan tali rafia. Sedangkan Zeni mengeluarkan pisau cutter dari sakunya. Zeni langsung menyayat tangan Sumarno yang berusaha sekuat tenaga melepas jeratan tali di leher.

Sumarno sempat melawan dengan merebut pisau cutter dari tangan Zeni. Bahkan, dia sempat mematahkan pisau cutter saat terjadi pergumulan di dalam mobil.

Sumarno lantas membuka pintu dan menendang Zeni keluar mobil. Dia lantas menghubungi petugas operator taksi Kosti Solo ihwal kejadian itu.

"Kedua pelaku melarikan diri ke semak-semak untuk bersembunyi. Pelaku juga membuang barang bukti berupa tali rafia, lakban, dan baju tak jauh dari lokasi kejadian," katanya.

Aparat kepolisian lalu melakukan olah tempat kejadian perkara dan akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku. Identitas pelaku terungkap dari potongan kamera CCTV yang berhasil diperoleh tim penyidik.

Bahkan Polres menggandeng tim teknologi informasi dari Polda Jawa Tengah guna mengungkap identitas pelaku. "Kami lacak pelaku dari pemesanan aplikasi online yang mereka gunakan hingga keduanya kami bekuk," katanya.

Loreng Dwi Prasojo mengakui kesalahannya. Dia melaksanakan aksinya murni karena balas dendam pernah menjadi korban tabrak lari dua kali oleh taksi Kosti. "Dulu ditabrak sampai jatuh dan luka-luka. Motornya juga sampai tidak bisa jalan," katanya.