RSIS Sukoharjo Beroperasi, IGD Ditangani 10 Dokter

Camat Kartasura, Suyadi Widodo (paling kanan), melihat salah satu ruang IGD RSIS di Pabelan, Kartasura, Senin (11/3/2019). (Solopos - Iskandar)
11 Maret 2019 18:40 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ketua Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Muhammad As’ad, memastikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) telah beroperasi dan siap menerima pasien per Senin (11/3/2019).

Sebelumnya IGD RSIS berhenti beroperasi selama berbulan-bulan karena polemik internal manajemen. “Nanti sambil jalan akan menyiapkan tahap berikutnya. Kami telah menyiapkan sembilan dokter umum dan satu dokter spesialis penyakit dalam. Nanti sambil jalan akan mencari dokter spesialis,” papar dia saat peresmian pengoperasian IGD RSIS di Pabelan, Kartasura, Senin.

Ruang rawat inap juga telah disiapkan termasuk bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit (RS) seperti RS UNS, RS Ortopedi, dan sebagainya. Menyinggung peralatan, As'ad mengaku tak ada masalah.

Selain membeli beberapa peralatan baru, peralatan yang rusak akan diperbaiki dan dikalibrasi lagi karena sudah lama tidak difungsikan. Di bagian lain, Ketua Pengurus Yayasan RSIS (Yarsis), Zainal Mustaqin, mengatakan karyawan yang masuk kira-kira ada 400 orang.

Mereka adalah para karyawan yang dulu sudah bekerja dan setia kepada RSIS dan akan dibagi menjadi tiga sif. “Langkah awal ke depan kami membuka IGD sebagai pemanasan sambil memproses izin operasional. Mungkin sekitar satu atau dua bulan ini sudah selesai sehingga ketika nanti rumah sakit buka, semua sudah siap,” ujar dia.

Kendati demikian dia meminta maaf kepada masyarakat karena meski RSIS sudah buka belum bisa melayani pasien BPJS karena izin operasional belum diperoleh. Meski demikian dia menjamin kualitas pelayanan yang akan diberikan setara dengan layanan BPJS.

“Sekarang ini kami mempunyai seorang dokter spesialis penyakit dalam. Tetapi kalau nanti ada pasien yang memerlukan penanganan lainnya kami bisa merujuk ke RS UNS dan RS Ortopedi,” ujar dia.

Jika IGD yang sudah mulai dibuka berjalan lancar, Zainal mengatakan segera membuka sejumlah poliklinik. Setelah itu baru melangkah ke layanan rumah sakit umum.

Sementara itu, Camat Kartasura, Suyadi Widodo, menyambut baik beroperasinya kembali RSIS. Karena dengan beroperasi kembali akan memberi manfaat kepada masyarakat sekitar, para karyawan, dan sebagainya.

“Soal masalah hukum yang menimpa rumah sakit ini saya tidak tahu. Tetapi harapan kami RSIS memberi manfaat bagi masyarakat luas di Kartasura, Sukoharjo, dan daerah lainnya,” ujar dia.

Sedangkan salah seorang dokter di RSIS Nugroho juga mengungkapkan rasa gembiranya atas beroperasinya kembali RSIS. RSIS dinilai telah membantu banyak orang.

“Selama rumah sakit ini vakum saya bekerja di klinik yang dikelola salah satu dokter di sini. Tetapi begitu rumah sakit ini beroperasi lagi saya juga kembali bekerja di sini. Maka dari itu jas dokter RSIS ini saya kenakan kembali karena memang saya simpan,” ujar dia.