Segera, Urus Adminduk Warga Wonogiri Cukup di Kantor Desa

Warga mengantre pelayanan kependudukan di Kantor Dispendukcapil Wonogiri. (Solopos - Dok)
11 Maret 2019 10:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Warga Wonogiri kini tak perlu repot-repot antre di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dsidukcapil) untuk mengurus layanan adminitrasi kependudukan (adminduk).

Layanan itu kini terintegrasi dengan kantor desa. Proses integrasi layanan adminduk kini masih dalam tahap uji coba per Senin (11/3/2019). Uji coba itu digelar di 25 desa dari 25 kecamatan di Wonogiri.

Ke depan, integrasi ini akan diperluas ke seluruh desa. “Sekarang ini masih tahap uji coba mulai Senin besok. Nanti kami evaluasi dan kami perluas ke seluruh desa untuk mempermudah pelayanan adminduk,” kata Kepala Disdukcapil Wonogiri, Sungkono, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (9/3/2019).

Sungkono menjelaskan melalui integrasi itu warga tidak perlu lagi mengurus adminduk ke kantor Disdukcapil, tetapi cukup ke kantor desa. Di sana petugas akan menginput kebutuhan pemohon dan menguhubungkan ke sistem Disdukcapil.

Pelayanan serupa juga bisa ditemui di kantor kecamatan. “Semua layanan bisa dilakukan di kantor desa kecuali untuk perekaman KTP elektronik hanya bisa di kecamatan atau di kabupaten. Alatnya terbatas,” imbuh dia.

Ia menerangkan dengan integrasi layanan itu diharapkan antrean pemohon di Kantor Disdukcapil Wonogiri berkurang. Saat ini, setidaknya ada 400 kartu keluarga dan 15 akta kelahiran diterbitkan Disdukcapil Wonogiri per hari.

“Jumlah itu baru pemohon KK dan akta kelahiran belum yang lainnya. Jadi setiap hari kantor itu ramai antrean pemohon. Dengan integrasi ini, antrean diharapkan berkurang tapi semua pegawai dinas tetap bekerja maksimal,” harap dia.

Ke depan, Disdukcapil memproyeksikan layanan adminduk bahkan bisa diakses melalui aplikasi Android. Dengan demikian, warga mengurus permohonan tanpa harus mendatangi kantor tapi bisa langsung dari ponsel masing-masing.

“Kami proyeksikan April semoga bisa launching. Kami terus berusaha agar pelayanan adminduk bagi masyarakat ini optimal,” urai Sungkono.

Sekretaris Desa Sendang, Agung Susanto, mengatakan Desa Sendang menjadi salah satu dari 25 desa tempat uji coba integrasi layanan Disdukcapil. Ia berpendapat, kendati menambah volume pekerjaan perangkat desa, integrasi itu bisa mengoptimalkan layanan adminduk bagi masyarakat.

Masyarakat yang tidak punya waktu bisa memangkas jarak dan waktu antrean. “Tahapan proses adminduk itu kami pantau lewat loket online. Masyarakat bisa mengambil hasil layanan adminduk kalau benar-benar sudah selesai. Masyarakat bisa mengambil sendiri ke kantor Disdukcapil atau ke kantor desa. Waktu untuk antre bisa dimanfaatkan buat bekerja,” kata Agung.

Integrasi ini juga didukung koneksi Internet yang lancar di kantor desa. Ia berharap layanan adminduk bisa lebih dekat lagi misalnya melalui Android.

“Mudah-mudahan ke depan bisa diakses melalui ponsel. Kalau sementara ini mereka sudah memangkas jarak dari desa ke kantor Disdukcapil,” terang Agung.