Solopos Hari Ini: Siti Aisyah Bebas setelah 2 Tahun 23 Hari

Harian Umum Solopos edisi Selasa (12/3 - 2019).
12 Maret 2019 10:10 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Siti Aisyah, 26, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam di Malaysia yang terancam hukuman mati dibebaskan setelah jaksa mencabut dakwaan di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia, Senin (11/3/2019). Warga asal Kampung Rancasumur, Sindangsari, Pabuaran, Serang, Banten itu sempat ditahan selama 754 hari atau dua tahun 23 hari karena didakwa membunuh Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

Selepas dibebaskan, Aisyah langsung pulang ke Tanah Air pada Senin sore. "Perasaan saya senang, bahagia, enggak bisa diungkapin dengan kata-kata. Terima kasih buat presiden kita, Pak Jokowi, terima kasih menteri-menteri, yang menolong saya sampai saya sekarang ini berada di Indonesia, dan dukungan media juga makasih banyak. Habis ini ketemu keluarga,”" ujar Aisyah dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kabar mengenai pembebasan Siti Aisyah itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (12/3/2019). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat ulasan mengenai siswi SMAN 4 Solo yang berprestasi dan berkesempatan merasakan menjadi Menteri Keuangan beberapa saat.

Sehari Jadi Menkeu, Pimpin Rapat hingga Tinjau MRT

Bel pulang sekolah berbunyi di SMAN 4 Solo, Senin (11/3). Waktu menunjukkan pukul 16.00. WIB. Beberapa siswa berlarian keluar dari ruangan kelas masing masing. Salah satunya Tristania Faisa Adam.

Ia berlari dari ruang kelasnya menuju gerbang sekolah. Tania bercerita sejak Senin pagi sejumlah temannya datang ke kelas. Mereka memberikan selamat kepada Tania karena telah merasakan menjadi Menteri Keuangan. "Selamat Tan," ujar lima siswa yang datang sore itu sambil menjabat tangan Tania.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar terbaru mengenai RSIS yang mulai beroperasi setelah tutup akibat konflik internal. Ada pula kabar penangkapan seluruh pelaku perampokan taksi di Sukoharjo.

Layanan IGD Mulai Dioperasikan

Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) kembali beroperasi secara terbatas melalui pengoperasian layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Senin (11/3/2019). Ketua Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Muhammad As’ad, mengatakan pihaknya sambil jalan akan menyiapkan tahap berikutnya.

Karena itu pihaknya kini telah menyiapkan sembilan dokter umum dan satu dokter spesialis penyakit dalam. "Nanti sambil jalan akan mencari dokter spesialis," papar dia saat peresmian pengoperasian IGD RSIS di Pabelan, Kartasura, kemarin.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Polres Sukoharjo Ringkus Seluruh Pelaku

Jajaran Polres Sukoharjo berhasil membekuk dua pelaku kasus perampokan sopir taksi Kosti di kawasan pusat bisnis 1 Sektor 3 Blok JC, Jalan Paris 2 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo pada 3 Februari lalu. Dua pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing atas nama Loreng Dwi Prasojo, 30, warga RT003/RW012 Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, dan Zeni Liana Ningsih, 25, warga RT007/RW006 Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Mereka dibekuk di lokasi terpisah. Kapolres Sukoharjo Iwan Saktiadi mengatakan Zeni ditangkap lebih dulu di kediamannya pada Rabu (27/2/2019) malam lalu. Kemudian selang sehari petugas menangkap Loreng di rumah kakaknya di daerah Balong, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

Baca selengkaonya di: E-Paper Solopos.