DED Pasar Klewer Timur Solo Direvisi Lagi

Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos/Dok)
12 Maret 2019 13:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali merevisi detail engineering design (DED) revitalisasi Pasar Klewer timur. Setelah sebelumnya revisi menyasar efisiensi biaya dan konsep pasar hijau, kini revisi dilakukan pada aksesori tambahan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, mengatakan perbaikan tersebut tidak begitu berarti karena tidak terkait desain kontruksi. “Kemarin kami sudah ke Jakarta, gambar [kontruksinya] sudah bisa diterima oleh Cipta Karya [Kementerian PUPR], hanya ada perbaikan sedikit tapi tidak begitu berarti. Kaitannya dengan aksesori karena kontruksinya sudah oke semua. Insya Allah bisa kami cukupi. Kalau tidak meleset pada 1 Mei sudah mulai lelang,” ucapnya saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Senin (11/3/2019).

Subagiyo enggan menyebut detail aksesori yang dimaksud. Hal itu, kata dia, tak bakal menjadi kendala pembangunan yang rencananya rampung enam hingga tujuh bulan pengerjaan. Ihwal sewa Alun-alun Utara yang tidak diperpanjang, Subagiyo juga menyebut hal itu tak menjadi masalah.

Sewa habis bertepatan dengan rampungnya pembangunan pasar. “Januari 2020 sudah bisa ditempati.”

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menyebut selagi menunggu masa sewa Alun-alun Utara habis, Pemkot akan membongkar sebagian kios yang tidak digunakan. Sejak ribuan pedagang mulai menempati kios permanen Pasar Klewer barat pada 2017, kios-kios darurat di sisi timur alun-alun dibiarkan kosong.

Ratusan pedagang Pasar Klewer timur hanya menempati kios darurat di sisi barat alun-alun. Rangka pasar darurat tersebut bakal dimanfaatkan untuk sejumlah program, di antaranya pembangunan tempat parkir dan selter pedagang pasar.