Kantongi Izin, Balitower Bangun 50 Microcell di Solo Tahun Ini

Ilustrasi microcell pool (MCP) tower. (Solopos - Dok)
12 Maret 2019 22:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Bali Towerindo Sentra (Balitower) bakal membangun 50 microcell pool (MCP) di sejumlah lokasi Kota Solo menyusul izin yang telah diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, belum lama ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Solo, Toto Amanto, mengatakan pemasangan 50 tower tersebut merupakan proyek lanjutan yang dimulai 2017 lalu.

Dalam kerja sama itu, Balitower menargetkan pemasangan 100 menara. Saat ini mereka baru memasang setengahnya. Dua di antaranya dipasang di GPIB Penabur dan di sekitar Kantor Kelurahan Kampung Baru.

Tower tersebut berfungsi memancarkan teknologi 4G sebagai infrastruktur provider, di mana setiap tower bisa melayani tiga operator. “Izin sudah kami tandatangani, karena dulu sudah ada semacam kerja sama. Dari target 100 unit, baru pasang 50 unit, ini pasang 50 unitlagi. Perizinan sudah selesai, tinggal eksekusi,” kata dia kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (11/3/2019).

Toto menjelaskan MCP merupakan jenis tower berdesain minimalis yang dilengkapi aksesori tambahan sebagai partisi samaran. Misalnya beberapa menara diberi dedaunan artifisial untuk menyamarkan keberadaan menara. Pemasangan juga memperhatikan estetika perkotaan yang dinamis.

Selain Solo, Balitower juga menyasar sejumlah kota besar lain untuk mengembangkan bisnisnya. Dua segmen usaha yang dijalankan, yakni penyewaan infrastruktur menara telekomunikasi makro dan mikro serta penyewaan infrastruktur jaringan fiber optic dan transmisi.

Saat peresmian MCP di GPIB Penabur, Februari 2017 silam, Direktur Bali Towerindo, Robby Hermanto, menyebut menara MCP merupakan modifikasi pemancar yang sederhana, pendek, dan ramah lingkungan.

“Biasanya terdiri atas tiang besar dan tinggi, namun sekarang lebih pendek dengan antena kecil karena kami modifikasi agar tersamar di tengah kota. Di kota lain, banyak tiang tower pemancar dengan peralatan lain yang bertebaran seperti pohon kelapa, jadi kurang rapi,” kata dia.

Estetika tata kota menjadi pertimbangan pertama pemasangan tower MCP. Pada 2018, perusahaan yang berdiri pada 2006 itu telah menambah sekitar 800 hingga 1.000 tower telekomunikasi.