KPU Sukoharjo Genjot Partisipasi Pemilih Pemula

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
12 Maret 2019 03:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo terus menggenjot partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan umum (pemilu) 17 April mendatang. Berbagai upaya dilakukan KPU salah satunya menggelar lomba pentas seni, Minggu (10/3/2019).

Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Suci Handayani, mengatakan lomba pentas seni dengan tema pemilu diikuti puluhan peserta di Auditorium Univet Bantara Sukoharjo.

"Peserta ini berusia 16 tahun dan maksimal 25 tahun. Dalam lomba ini peserta bebas menampilkan bakat masing-masing. Bisa menyanyi, menari, puisi, drama, bank musik, dan lainnya," katanya.

Dia mengatakan setiap peserta diberi waktu lima menit untuk pentas di depan juri. Seni yang dipentaskan bertemakan pemilu. Langkah ini sekaligus sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). Sebelumnya KPU juga merekrut sukarelawan demokrasi. Selain menyasar generasi milenial sebagai pemilih pemula, sukarelawan akan menyosialisasikan pelaksanaan pilpres dan pileg ke seluruh warga.

Para sukarelawan disebar di seluruh wilayah di Kabupaten Sukoharjo yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan partisipasi pemilu. Selain itu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pesta demokrasi.

"Partisipasi pemilih cenderung turun. Karena itu untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan kualitas pemilu, kami membutuhkan relawan demokrasi untuk menyosialisasikan ke masyarakat," kata dia.

KPU mencatat tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Sukoharjo pada pemilu 2004 sebesar 84 persen, kemudian di Pemilu 2009 partisipasi menurun menjadi 71 persen dan di 2014 sedikit meningkat menjadi 73 persen. Selain menggenjot partisipasi pemilih, pembentukan sukarelawan juga melihat perkembangan partisipasi pemilih yang terjebak pragmatisme. Sehingga dibutuhkan sukarelawan karena personel yang dimiliki KPU terbatas sementara jangkauan sosialisasi sangat luas.

Ditambah lagi tantangan pelaksanan pemilu 2019 cukup besar dalam setiap tahapannya mulai sosialisasi hingga pelaksanaan pesta demokrasi. Hal ini dikarenakan makin kompleksnya penyelenggaraan pemilu. Seperti halnya pemilih bakal dihadapkan dengan lima kertas surat suara sehingga dibutuhkan kecerdasan pemilih dalam mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS). "Jadi sosialisasi harus masif kami lakukan. tidak hanya ke pemilih pemula saja tapi juga yang lain," katanya