Kajari Sragen Dimutasi, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi Kasda?

Perwakilan Komppas beraudiensi dengan Bupati Sragen Yuni Sukowati dan para pejabat Pemkab Sragen terkait polemik kerugian kasda Rp604,6 juta di Ruang Rapat Kantor Dinas Bupati Sragen, Rabu (9/1/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
12 Maret 2019 16:35 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen, Muhammad Sumartono, dimutasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan penanganan beberapa kasus termasuk kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) yang menjerat mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman.

Ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (12/3/2019), Sumartono membenarkan dirinya dimutasi sebagai Asisten Kasi Intel di Kejakti Kaltim yang berkantor di Samarinda. Meski dia belum menerima surat keputusan (SK) dari Kejaksaan Agung terkait mutasi itu, secara definitif jabatan sebagai Kajari Sragen segera berakhir.

“Saya sudah mendapat pemberitahuan adanya mutasi itu pada 6 Maret. Pada Kamis [14/3/2019] rencananya ada upacara serah terima jabatan di Samarinda,” jelas Sumartono.

Posisi Sumartono sebagai Kajari Sragen akan digantikan Syarif Sulaeman Nahdi yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Sumartono mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang belum bisa ia selesaikan selama menjabat sebagai Kajari Sragen.

Beberapa di antaranya penanganan kasus dugaan korupsi kasda dan pengadaan perangkat komputer sistem informasi desa (SID). Sumartono menegaskan penanganan dua perkara tersebut saat ini masih berlangsung.

Dia pun yakin cepat atau lambat dua kasus itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi Tipikor Jateng. “Untuk kasus kasda, kami masih perlu memeriksa ulang beberapa saksi. Ada beberapa poin yang perlu kami tanyakan. Pertanyaannya tentu tidak bersifat umum, tapi lebih menjurus,” terang Sumartono.

Selain memeriksa ulang beberapa saksi, Kejari Sragen juga bakal menyita beberapa bukti baru yang ditemukan. Saat ini, surat penyitaan bukti baru itu masih dimohonkan kepada Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

Meski begitu, Sumartono enggan membeberkan bukti baru yang dimaksud. “Untuk perkara SID, materi pemeriksaan cukup banyak, sementara jumlah SDM kami terbatas. Tapi, prosesnya tetap jalan. Jadi, penanganan dua perkara itu hanya tinggal diteruskan saja oleh kajari yang baru,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kasi Pidsus Kejari Sragen Agung Riyadi. Menurutnya, mutasi Kajari Sragen tidak akan mempengaruhi penanganan perkara kasus korupsi yang saat ini masih berjalan.

“Bila tiba waktunya kami pasti akan memeriksa tersangka dan melimpahkan berkas perkara ke pengadilan,” ujarnya.