Tebing Longsor Timbun Penambang Manual di Kemalang Klaten 

Warga dan polisi mengevakuasi jasad Slamet Setyo Utomo, 55, warga Dukuh Glagahsari, Desa Kendalsari, Kemalang, Klaten, yang tertimbun material tebing Kali Woro yang longsor, Selasa (12/3 - 2019) pagi. (Istimewa)
12 Maret 2019 20:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Seorang penambang manual meninggal dunia setelah tertimbun longsor tebing Kali Woro, Kemalang, Klaten, Selasa (12/3/2019). Penambang tersebut bernama Slamet Setyo Utomo, 55, warga Dukuh Glagahsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelumnya, Slamet bersama dua warga lainnya yakni Sukini dan Sartini berangkat dari rumah menuju alur Kali Woro di Dukuh Pulegede, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, pukul 05.30 WIB. 

Setelah sampai di alur Kali Woro, mereka mencari lokasi untuk menambang material sisa erupsi Gunung Merapi. Setelah mendapat lokasi menambang, dua penambang lainnya meninggalkan Slamet untuk mencari pengemudi truk pengangkut pasir atau batu. 

Sekitar 15 meter meninggalkan lokasi, dua penambang lainnya tersebut mendengar suara gemuruh. Setelah dicek, suara gemuruh berasal dari tebing Kali Woro yang longsor. Tebing yang longsor diperkirakan setinggi 8 meter. 

Slamet yang sebelumnya menambang di sekitar lokasi longsor tak lagi terlihat. Sukini dan Sartini lantas meminta bantuan warga di sekitar lokasi guna mencari keberadaan Slamet. 

Slamet ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WIB setelah upaya penggalian material tebing longsor. Volume material tebing yang menimbun tubuh Slamet diperkirakan 5 kubik. 

Sejumlah luka ditemukan di tubuh Slamet seperti luka sobek pada dahi kiri serta mengalami retak pada bagian kepala. Kapolsek Kemalang, Iptu Edy Prasetyo, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan proses pencarian dan evakuasi jasad Slamet sempat dilakukan secara manual. 

Lantaran tak kunjung ditemukan, pencarian dilanjutkan menggunakan ekskavator. Jenazah Slamet sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Kapolsek menjelaskan polisi selama ini terus memberikan imbauan kepada para penambang seperti menghindari tebing-tebing yang rawan longsor. “Kami sering kali mengimbau seperti saat patroli kami melihat ada yang menambang di lokasi membahayakan kami datangi dan kami peringatkan untuk berhati-hati,” jelas dia saat dikonfirmasi, Selasa.