Durian Pogog Wonogiri Tembus 10 Kg, Harganya Nyaris Setengah Juta Rupiah!

Inisiator desa wisata Pogog, Jumali Wahyono Perwito (kiri) dan Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo Pogog, Rimo, berfoto bersama durian Pogog seberat 10 kilogram di Dusun Pogog, Desa Tengger, Puhpelem, Wonogiri, Sabtu (9/3/2019)./ Istimewa - Jumali Wahyono Perwito
12 Maret 2019 12:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Durian hasil tanaman warga Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, beratnya tembus 10 kilogram per butir. Durian itu menjadi yang terbesar pada musim panen tahun ini.

Durian itu jatuh dari pohon pada Sabtu (9/3/2019) dan langsung dibeli seorang pelanggan di Solo. Durian itu dijual dengan harga promo Rp45.000 per kilogram. “Durian itu sudah dipesan pelanggan di Solo. Duriannya terjual Rp450.000,” kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Mulyo Pogog, Rimo, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (10/3/2019).

Rimo menjelaskan durian di Pogog pada umumnya memiliki berat 6,5–8 kilogram per butir. Untuk menghasilkan durian dengan berat 10 kilogram butuh pemupukan yang rutin dan perawatan yang benar. Selain itu, tanaman juga harus dilakukan penjarangan buah. “Satu pohon jangan terlalu banyak buah. Kalau buahnya sedikit, nutrisinya bisa maksimal sehingga hasilnya buah besar-besar,” terang dia.

Tak hanya buah durian yang besar, petani di Dusun Pogog kini juga memproduksi bibit durian dengan kualitas sama dengan yang menghasilkan durian seberat 10 kilogram tadi. Bibit itu dijual dengan harga bervariasi antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. “Kalau ada yang berminat menanam durian serupa, kami menyediakan bibitnya sekalian berwisata durian”.

Panen durian musim ini diprediksi bisa dinikmati hingga April mendatang.