Pembuat Surat Suara Palsu di Wonogiri Ternyata Caleg, Ini Tujuannya

Lembaran surat suara palsu beredar di Eromoko, Wonogiri. (Solopos - Rudi Hartono)
12 Maret 2019 17:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Calon anggota legislatif (caleg) daerah pemilihan (dapil) I Wonogiri dari PDIP, Ari Sumantri, mengakui telah membuat dan mengedarkan lembaran mirip surat suara yang berisi data nomor dan nama caleg tak sesuai DCT.

Dia sudah menarik selebaran yang sudah terlanjur beredar dan meminta maaf kepada sejumlah caleg PDIP dan partai lain yang merasa dirugikan. Warga Eromoko, Wonogiri, itu menyebut masalah itu sudah selesai.

Seperti diketahui, para caleg dapil I merasa dirugikan atas beredarnya selebaran mirip surat suara tersebut pada Februari lalu. Mereka menyebut pembuat dan penyebarnya sama halnya telah membohongi publik. Diduga kuat selebaran itu dibuat Ari Sumantri dan rekannya sesama caleg dari PDIP, Margono.

Saat dimintai konfirmasi Solopos.com melalui telepon, Ari Sumantri mengakui membuat lembaran tersebut. Selain untuk dirinya, lembaran sedianya juga untuk Margono. Dia membuatnya untuk sarana simulasi saat sosialisasi.

Saat itu dia mencetak lebih kurang 2.000 lembar. Sebagian kecil digunakannya saat sosialisasi di dua dusun di Eromoko. Ari menyebut saat itu menggunakan belasan lembar saja.

Menurut dia, mestinya lembaran itu dikembalikan kepadanya. Tetapi, ternyata ada yang menyimpannya. Tak lama kemudian beredar informasi temuan lembaran mirip surat suara itu tersebar di kalangan caleg lain.

Akhirnya sejumlah caleg dari berbagai partai komplain kepadanya. Atas hal itu Ari tak menggunakan lembaran lainnya.

Kemudian sejumlah caleg yang merasa dirugikan mengajaknya bertemu untuk meminta penjelasannya. Pertemuan itu difasilitasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pada pertemuan tersebut Ari meminta maaf kepada caleg lainnya dan berjanji menarik lembaran yang sudah beredar. Setelah itu Ari menganggap masalah sudah selesai. Dia mengklaim seluruh lembaran yang beredar sudah dia tarik.

“Tidak ada niat sedikit pun untuk menjatuhkan caleg lain. Ini karena ketidaktahuan saya saja. Ini pelajaran berharga buat saya. Maklum saja saya nyaleg baru kali ini, jadi masih harus banyak belajar,” kata Ari.

Dia melanjutkan desain lembaran itu dibuatnya tanpa dicocokkan dengan daftar calon tetap (DCT). Menurut dia, Februari lalu DCT belum dirilis KPU. Saat ditanya bagaimana bisa mendapatkan nama-nama caleg lain jika bukan dari DCT, Ari mengatakan nama itu dari daftar calon sementara (DCS).

Penelusuran Solopos.com, KPU menetapkan DCT sejak September 2018. Sementara itu, Margono mengaku tidak tahu menahu ihwal beredarnya lembaran mirip surat suara di Eromoko. Saat diminta tanggapan adanya pihak yang menyebut dirinya turut andil dalam pembuatan lembaran itu, dia mengarahkan Solopos.com untuk bertanya kepada Ari Sumantri.

Sekretaris DPC PDIP Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan pengurus partai sudah menyelesaikan masalah itu secara internal. Caleg dapil I dari PDIP lainnya yang merasa dirugikan sudah memaafkan Ari Sumantri.

Menurut Setyo perbuatan kedua caleg dari partainya memang keliru. Atas hal itu partai sudah menegur mereka. “Itu kesalahan pribadi, tidak ada kaitannya dengan partai,” kata Setyo.