Pemkot Solo Segera Pasang Penerangan Jalan di Kawasan Flyover Manahan

Kendaraan melintas di flyover Manahan Solo saat uji coba, Rabu (19/12 - 2018). (Solopos/Burhan Aris Nugraha)
13 Maret 2019 02:27 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Pemerintah Kota Solo segera memasang penerangan jalan umum (PJU) di kawasan sayap Flyover Manahan pada tahun ini. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (DPUPR) tengah menyusun detail engineering design (DED) di kawasan ikon Kota Solo itu.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Penerangan Jalan Umum, DPUPR, Agung Widi, kepada Solopos.com, Selasa (12/3/2019). Ia menambahkan penyusunan DED diprakirakan selesai pada akhir bulan ini. Menurutnya, kajian mengenai pemasangan telah selesai dilakukan sehingga saat ini proses penyusunan DED sudah dilakukan.

“Kepastian jumlah dan lokasi pemasangan tunggu DED final dulu lantas segera dilakukan pengerjaan fisik. Saat ini belum fixed, semoga bulan ini sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Banjarsari, Yoga Marhaendra, mengatakan saat malam hari lokasi sayap flyover dirasa kurang penerangan. Selain itu, dibeberapa lokasi juga terdapat ruas jalan yang rusak sehingga dikhawatirkan pengendara roda dua dapat terjatuh apabila terperosok lubang di kawasan itu.

Menurutnya, kondisi ruas jalan di kedua sayap flyover dalam kondisi yang kurang baik. Pohon di kawasan itu juga berukuran besar, sehingga penerangan jalan umum dari flyover tidak menjangkau kawasan sayap bawah. Ia menambahkan, selain kurang penerangan kendaraan yang melintas cukup sepi. Dikhawatirkan terjadi tindak kejahatan di lokasi itu.

Kasi Pusat Pengendalian dan Pengembangan Lalu Lintas, Dishub Solo, Surya Wibawa, mengatakan flyover telah memiliki sebuah kamera pengawas tepat di simpang tiga pertemuan arus flyover.

Namun, di wilayah sayap bawah belum ada kamera pengawas. Ia menambahkan hingga saat ini belum ada rencana pemasangan kamera pengawas yang berfungsi sebagai kemanan dan keteriban di kawasan itu. Menurutnya, pemasangan kamera pengawas Dishub untuk sementara waktu terfokus pada manajemen rekayasa lalu lintas.