Mitra Gojek Soloraya Geruduk Kantor Perwakilan di Solo Baru Protes Soal Tarif

Driver mitra Go-Jek berdemo di depan kantor perwakilan Go-Jek Indonesia di Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (13/3/2019). (Solopos - M. Ferri Setiawan)
13 Maret 2019 16:35 WIB Bayu Jatmiko Adi Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ratusan mitra Gojek di wilayah Soloraya berunjuk rasa di kantor perwakilan Gojek di Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (13/3/2019). Para driver ojek online tersebut keberatan dengan kebijakan penyesuaian tarif yang dinilai merugikan mitra Gojek.

Koordinator aksi unjuk rasa, Didik Prakoso Andrianto, mengatakan aksi tersebut dilakukan menyusul adanya kebijakan baru yang menyangkut pendapatan driver. "Kami menuntut kebijakan tarif Gojek yang kurang berpihak pada mitra. Kami para mitra berkumpul menyampaikan aspirasi kepada kantor Gojek di Solo agar mau memberikan kebijakan yang lebih rasional," kata dia kepada wartawan di Alun-Alun Selatan Keraton Solo, Rabu (13/3/2019).

Dia menyampaikan pendapatan per satu order Go-Ride jarak pendek sekarang hanya Rp4.000. Menurutnya jumlah tersebut kurang berpihak pada mitra Gojek. "Tuntutan kami tidak banyak, yaitu per 3 km agar tidak ada potongan," kata dia.

Dia mengatakan sebelumnya ada subsidi sekitar Rp2.400 untuk setiap order jarak pendek. Dengan begitu, selain Rp4.000 dari customer juga ada tambahan subsidi sehingga driver bisa menerima Rp6.400 per order jarak pendek.

Dia menjelaskan sesuai kebijakan yang baru, sekarang minimal order adalah 2,4 km dengan tarif Rp2.100/km. "Jadi kami dapat Rp5.000, masih dipotong Rp1.000 atau 20% [untuk Gojek]. Jadi driver hanya dapat Rp4.000. Itu mulai 4 Maret," kata dia.

Dia berharap tarif atau pendapatan driver dapat dikembalikan seperti semula. Dalam aksi itu, para driver awalnya berkumpul di Alun-alun Kidul Keraton Solo. Mereka kemudian berangkat menuju kantor perwakilan Gojek di Solo Baru.

Beberapa perwakilan driver sempat melakukan pertemuan dengan petugas perwakilan di kantor tersebut. Namun kantor perwakilan Gojek di Solo Baru tidak berkenan memberikan keterangan karena keterangan harus langsung dari Gojek pusat.

Sementara itu, VP Corporate Affairs Gojek, Michael Reza, menjelaskan terkait skema insentif. Menurut dia, insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersediaan mitra Gojek.

"Fokus kami terkait kesejahteraan tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif. Salah satu bentuk perwujudan aspirasi mitra adalah diluncurkannya berbagai program kesejahteraan mitra, melalui program Gojek Swadaya. Program ini dapat meringankan pengeluaran sehari-hari mitra, memberikan akses kepada program asuransi terjangkau, serta memberikan akses kepada berbagai program pengaturan keuangan bagi masa depan mitra dan keluarganya," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Rabu.

Dia mengaku sedang mengeksplorasi berbagai program peningkatan kemampuan, keahlian dan pengetahuan untuk mitra, salah satunya melalui kegiatan Bengkel Belajar Mitra yang membekali mitra kami dengan pengetahuan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan.