Joko Hendang Murdono Sabar Hadapi Desa “Bandel”

Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMD Sragen, Joko Hendang Murdono. - Istimewa
13 Maret 2019 05:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN - Sebagai Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMD Sragen sejak Januari 2019,  Joko Hendang Murdono harus berhadapan dengan desa karena mengurus penyaluran dana aspirasi DPRD Sragen yang disebut dengan bantuan keuangan khusus (BKK). Pejabat eselon III di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sragen itu disibukkan dengan pengumpulan laporan pertanggungjawaban (LPj) pemerintah desa atas penggunaan dana aspirasi itu.

Tak sedikit desa yang membandel untuk menyampaikan LPj dengan alasan bermacam-macam. Apalagi kepala desa (kades) yang bersangkutan lebih fokus menyiapkan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang digelar 2019 ini.

“Pemerintah desa ditenggat pada 10 Januari 2019 untuk menyerahkan LPj tetapi realisasinya banyak yang melebihi tenggat. Ya, harus sabar. Problemnya pada SDM [sumber daya manusia] yang belum memadai. Meskipun ada SDM baru, mereka belum bisa adaptasi penuh. Di sisi lain dorongan kades juga kurang. Dari 20 kecamatan, yang paling terlambat Gondang dan Sambungmacan,” katanya kepada solopos.com yang menjumpainya belum lama ini.

Joko juga berkisah tentang perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Joko lahir di Karanganyar, 25 Mei 1977 lalu, tepatnya di wilayah Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. Ia menamatkan pendidikan dasar SD-SMP-SMA di kabupaten kelahirannya. Selepas SMA, Joko melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan lulus pada 2001. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menjadi lokasi penempatan pertama Joko sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Ia menjadi ajudan Bupati Pemalang H.M. Machroes sejak 2001 sampai 2005.

“Setelah itu saya minta pindah ke Sragen. Saya tidak mau bekerja di daerah kelahiran. Akhirnya 2006, saya masuk ke Sragen menjadi anggota staf di Bagian Pemerintahan Setda Sragen hingga 2009. Habis dari situ menjadi Kasi Pemerintahan Kecamatan Mondokan 2011-2016. Kemudian sempat balik ke Bagian Pemerintahan Setda enam bulan kemudian dimutasi lagi menjadi Sekretaris Kecamatan Miri Juli 2017-Mei 2018,” ujarnya. Setelah dari Miri, Joko menjabat Sekcam Gemolong dari Mei-Desember 2018.