Nenek-Nenek Wonogiri Terbakar Saat Tidur, Ditemukan Tinggal Kaki

Polisi memeriksa jasad nenek-nenek di Pracimantoro, Wonogiri, yang terbakar, Rabu (13/3/2019). (Istimewa - Polres Wonogiri)
13 Maret 2019 17:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kaliyah, 83, ditemukan terbakar di rumahnya, Dusun Ngelo RT 003/RW 008, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Rabu (13/3/2019).

Nenek-nenek itu mengalami luka bakar 95 persen dan menyisakan kedua kaki bagian bawah yang bisa dikenali. Kejadian itu kali pertama diketahui Wakini, 55, anak Kaliyah, yang mengunjungi rumah Kaliyah untuk mengantarkan beras pada Rabu pagi.

Rumah Wakini dengan rumah Kaliyah hanya berbeda RT. Tiba di rumah Kaliyah, Wakini menemui ayahnya, Tokarno, 77. Kepada ayahnya, Wakini menanyakan di mana ibunya berada.

Namun, Tokarno hanya menjawab “ti” sebab ia sedang sakit stroke yang membuatnya kesulitan berbicara. Lalu, Wakini berjalan menuju tempat di mana ibunya biasa tidur. Di sana, ia mendapati dipan tempat tidurnya ibunya terbakar.

Ia kaget melihat kerangka manusia hangus terbakar dan hanya menyisakan kedua ujung kaki. Ternyata kerangka itu adalah jenazah ibunya, Kaliyah.

“Melihat hal itu, Wakini lalu menemui suaminya, Giman, 56, dan meminta tolong kepada warga sekitar. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pracimantoro untuk penanganan lebih lanjut,” kata Paur Subbag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Polisi menduga Kaliyah meninggal dunia sekitar dua hari yang lalu atau Senin (11/3/2019) malam karena saat ditemukan kondisi jenazah sudah dingin. Peristiwa terbakarnya Kaliyah tak diketahui tetangga karena jarak antarrumah di wilaya itu cukup jauh.

“Korban selama ini memang terbiasa menyalakan api di dekat tempat tidurnya untuk menghangatkan badan dan mengusir nyamuk,” terang Iwan.

Hal itu diduga menjadi penyebab dipan tempat Kaliyah tidur terbakar bersama Kaliyah.