Solopos Hari Ini: Bujukan Tak Mempan, Anak Jadi Korban

Harian Umum Solopos edisi Kamis (14/3 - 2019).
14 Maret 2019 10:40 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan diri dengan menggunakan bom lontong di kamar bersama anaknya yang berusia dua tahun di Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Siboga, Sumatra Utara, Rabu (13/3/2019) dini hari.

Polisi telah berupaya membujuk perempuan berusia sekitar 30 tahun itu untuk menyerahkan diri.

Kabar mengenai istri terduga teroris yang meledakkan diri bersama anaknya itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (14/3/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini ada pula kabar duka meninggalnya Mbok Jum, penjaga kantin UNS yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa UNS Solo.

Mbok Jum dan Kisah Mahasiswa Mangan Wareg

Banyak kisah yang tersaji dari kantin di Kampus UNS yang dikelola Djumiyati alias Mbok Jum. Kini, Mbok Jum telah berpulang karena sakit diabetes.

Suasana haru dan isak tangis mengiringi pemakaman Djumiyati alias Mbok Jum, Rabu (13/3/2019). Peti jenazah yang diusung warga dari rumah Djumiyati. Iring-iringan peti jenazah diikuti para pelayat yang sudah berkerumun hingga ruas jalan Surya, Panggungrejo, Jebres, Solo, menuju mobil ambulans.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pada halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini ada kabar mengenai aksi protes pengendara ojek online dengan penerapan tarif baru. Ada pula berita tentang prestasi pasar di Solo yang dianggap ramah difabel.

Driver Keberatan Tarif Baru

Manajemen Go-Jek menerapkan beberapa kebijakan baru terkait tarif, insentif dan order. Semua kebijakan tersebut bertujuan demi kebaikan para driver dan konsumen.

Namun ratusan driver memprotes kebijakan terkait tarif karena dinilai memberatkan mereka. Para mitra Go-Jek tersebut mendatangi kantor perwakilan Go-Jek di Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (13/3/2019), untuk menyampaikan keberatan mereka.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pasar Tanggul Juara Ramah Difabel

Pasar Tanggul yang berada di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, dinobatkan sebagai pasar dengan fasilitas paling ramah difabel oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum lama ini. Hal ini lantaran akses yang disediakan mendukung mobilitas para difabel ketika melakukan kegiatan jual beli di Pasar Tanggul.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagiyo mengatakan bahwa faktor utama yang menjadikan Pasar Tanggul dinobatkan menjadi pasar ramah difabel karena penataan pasar yang sangat memperhitungkan hak para difabel meliputi sarana dan prasarana.

Baca secara lengkap di:m E-Paper Solopos.