Mulai Besok Jembatan Pasar Gede Solo Ditutup, Ini Jalur Pengalihannya

Kondisi beton Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Rabu (26/12/2018). (Solopos - Nicolous Irawan)
14 Maret 2019 13:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jembatan di depan Pasar Gede Solo akan ditutup mulai Jumat (15/3/2019) terkait masa pemelihataan kawasan koridor Jl. Jenderal Sudirman. Terkait hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL).

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (14/3/2019), mengatakan pemeliharaan koridor Jensud diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu bulan.

Untuk mengoptimalkan pengerjaan, Dishub Kota Solo menerapkan MRLL yang akan menutup arus lalu lintas mulai dari Jembatan Pasar Gede menuju Simpang Empat Jensud atau dari arah utara menuju selatan.

“Pekerjaan dilakukan dari jembatan Pasar Gede hingga kawasan depan Bank BRI. Tentunya Bank BRI menjadi lokasi paling terdampak. Namun kami telah berkoordinasi dan akan tetap memberikan akses masuk sehingga nasabah tetap dapat bertransaksi,” ujar Mudo.

Ia menambahkan arus lalu lintas dari Bundaran Gladak menuju utara atau Balai Kota atau Pasar Gede tetap berjalan seperti biasa. Hanya arus lalu lintas dari Jl. Urip Sumoharjo ke selatan yang akan dialihkan ke kiri melalui Jl. R.E Martadinata (selatan Pasar Gede).

Sementara itu, Simpang Tiga Loji Wetan akan diberi barikade agar arus lalu lintas yang menuju utara belok kiri ke Jl. Mayor Kusmanto. Hal itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di lokasi pemeliharaan.

Bus BST Koridor 1 yang semula melalui jalur Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Mayor Sunaryo diubah menjadi Jl. Urip Sumoharjo-Jl. R.E Martadinata-Jl. Kapten Mulyadi menuju ke Jl. Mayor Kusmanto dan masuk ke Jl. Jenderal Sudirman.

Menurutnya, dampak dari pemeliharaan itu akan membuat beberapa kawasan rawan kepadatan lalu lintas pada waktu tertentu. Bundaran Tugu Jam, Simpang Empat Ketandan, Simpang Empat Loji Wetan, dan Simpang Empat Jl. Jenderal Sudirman diprediksi rawan macet.

Untuk mengantisipasi hal itu, penyesuaian fase dan waktu nyala lampu hijau pada alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di Simpang Jensud dan Ketandan ditekankan. Petugas Dishub Kota Solo akan terjun ke lapangan dibantu dengan tim yang bertugas di ruang kontrol.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan MRLL yang diberlakukan itu telah melalui kajian bersama timnya secara matang. Ia mengimbau masyarakat apabila bepergian melewati kawasan itu dalam keadaan lalu lintas padat untuk tetap sabar. Estimasi waktu saat hendak bepergian juga harus diperhatikan.