Xenia Seruduk Tronton di Tol Sragen, 4 Orang Luka-Luka

Bodi depan mobil Daihatsu Xenia (kanan) ringsek setelah menyeruduk truk tronton di jalan tol Ngawi-Solo Km 521 Masaran, Sragen, Kamis (14/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
14 Maret 2019 16:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Empat orang terluka akibat kecelakaan di ruas jalan tol Solo-Ngawi Km 521, Masaran, Sragen, Kamis (14/3/2019) pukul 07.00 WIB.

Dalam kecelakaan itu, mobil Daihatsu Xenia warna putih berpelat nomor B 1840 FOD berpenumpang sembilan orang menyeruduk truk tronton bermuatan tepung terigu seberat 25 ton.

Informasi sementara tidak ada korban jiwa dalam musibah kecelakaan tersebut tetapi dua orang di antaranya kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro SragenPihak Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen belum memberi keterangan kepada wartawan terkait kasus kecelakaan lalu lintas tersebut.

Sopir truk tronton merek Hino berpelat nomor E 9550 TEW, Yus, 43, warga Semarang, saat berbincang dengan Solopos.com di dekat Kantor Unit Laka Satlantas Polres Sragen, Kamis siang, menyampaikan saat peristiwa itu terjadi, truk yang dikemudikannya berjalan dengan kecepatan 60 km/jam di lajur kiri dari arah Surabaya-Solo.

Sesampainya di lokasi kejadian, Yus merasa ada yang menyeruduk dari belakang. “Saya sempat melihat ke belakang lewat kaca spion tetapi tidak ada apa-apa. Anehnya, ada material yang terbang ke mana-mana. Saya kira ban belakang kempes. Lalu saya henntikan laju truk. Setelah turun dan melihat ke belakang ternyata ada mobil Daihatsu Xenia yang menempel di truk. Kondisinya ringsek. Penumpangnya banyak. Dari pengelola tol tadi bilang ada delapan orang atau 10 orang penumpang,” ujar Yus.

Yus melihat beberapa pengemudi travel dari belakang yang sempat berhenti dan memarahi sopir mobil warna putih itu karena sejak dari arah Ngawi berjalan kencang dan sering zig-zag saat mendahului kendaraan di depannya.

Dia menduga mobil Xenia itu hendak mendahului truknya dari arah kiri, namun karena lajunya terlalu kencang kemudian menyeruduk truk yang dikemudikannya. “Saya itu jarang masuk tol. Saya membawa tepung dari Surabaya ke Boyolali. Saya masuk tol lewat pintu tol Sragen. Ternyata malah kena musibah,” ujarnya.

Empat korban kecelakaan lalu lintas tersebut dirawat di dua rumah sakit di wilayah Sragen. Dua orang yang kritis dan belum diketahui identitasnya dirawat di IGD RSUD dr. Soehadi Prijoneegoro Sragen. Sementara dua korban lainnya selamat dan sadar dirawat di IGD RSU PKU Muhammadiyah, Masaran, Sragen.

Kepala Ruang IGD RSUD Sragen, Margono, mengatakan ada perempuan dan laki-laki yang dirawan di RSUD Sragen. Dia mengatakan yang perempuan sadar tetapi masih gelisah. Sementara yang laki-laki tidak sadarkan diri.

“Patahnya di mana belum bisa memastikan karena harus dirontgen. Kalau yang laki-laki luka serius di bagian wajah. Sementara yang perempuan diberi alat penyangga di leher dan kaki kanan. Identitasnya belum diketahui. Kedua korban dikirim tim PSC 119 pada pukul 08.30 WIB,” tuturnya.

Sementara di RSU PKU Muhammadiyah Sragen juga ada seorang laki-laki dan perempuan yang dirawat di ruang terpisah. Dari keterangan petugas IGD RSU PKU Muhammadiyah Sragen, kedua korban bernama Winda, 29, warga Jl. Mendala 5 RT 002/RW 003, Cililitan, Jakarta; dan Asep, 33, dengan alamat yang sama.

Winda enggan diwawancarai Solopos.com tetapi ia sempat menjelaskan bila kecelakaan itu terjadi saat perjalanan pulang dari Bali ke Jakarta. Sedangkan korban lainnya belum diketahui jumlahnya.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, korban lainnya dirawat di RS Indosehat Kebakkramat, Karanganyar. Sementara itu, Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan adanya kecelakaan di jalan tol tersebut.

“Sabar. Kami amankan TKP [tempat kejadian perkara] dan korban dulu,” ujarnya singkat.