Korban Laka Tol Sragen Jadi 10 Orang Luka Termasuk 2 Anak Balita

Mobil Daihatsu Xenia remuk diderek dari ruang jalan tol Ngawi-Solo Km 521.800 Pringanom, Masaran, Sragen, Kamis (14/3/2019). (Istimewa - AKP Dani Permana Putra)
14 Maret 2019 21:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Jumlah korban kecelakaan di Jalan Tol Ngawi-Solo Km 521.800 Pringanom, Masaran, Sragen, Kamis (14/3/2019) pagi, bertambah menjadi 10 orang. Tiga korban di antaranya masih anak-anak.

Kecelakaan tersebut terjadi diduga lantaran sopir mengantuk. Hal tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada Solopos.com, Kamis malam.

Dani menyebut mobil Daihatsu Xenia warna putih berpelat nomor B 1840 FOD yang terlibat kecelakaan dikemudikan AS dengan penumpang sembilan orang. Dani mengatakan sopir mobil itu mengalami luka di jidat yang robek, lutut kanan dan kiri lecet, dan kaki kiri patah.

Dani enggan menjelaskan identitas semua korban. Dia menyebutkan inisial semua korban. Selain AS, Dani menerangkan kesembilan korban, yakni TAM, 17; TR, 18; GRO, 8; NA, 9; VYK, 4; MZI, masih balita; SF, 43; R, dan WN, 27.

“TAM seorang perempuan mengalami luka dahi robek, samping kanan dan kiri hidung robek, tangan kiri patah, dan kaki kanan lecet. Kemudian TR mengalami luka trauma kepala, sempat muntah darah, dan mata kanan lebam. GRO yang masih delapan tahun mengalami luka trauma kepala, hidung mengeluarkan darah. VYK yang masih empat tahun mengalami patah pada kaki kiri, dada memar atau retak, trauma kepala dan tidak sadar,” ujarnya.

Dia menjelaskan kesadaran R menurun karena cedera kepala, pelipis kanan robek, bibir sebelah kiri robek, gigi atas dan bawah tanggal enam buah. Korban yang lain luka-luka juga. Sementara sopir truk tronton merek Hino berpelat nomor B 9550 TEW, Sustiyo Warman atau Sus, 43, tidak mengalami luka-luka.

Dani mengatakan peristiwa kecelakaan itu terjadi bermula saat mobil Daihatsu Xenia berjalan dari arah Ngawi ke Solo. Saat mendekati lokasi kejadian, sopir mobil itu mengantuk sehingga tidak bisa menguasai mobil dan menyeruduk truk di depannya.

“Begitu mendapat laporan, kami mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan tempat kejadian perkara. Semua korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat, mengamankan barang bukti, membuat laporan polisi, dan menghubungi keluarga korban,” ujarnya.