Bocah SD Meninggal Setelah Operasi Amandel, Dinkes Boyolali Kirim Tim Ke RS Hidayah

Kerabat mengusung keranda jenazah Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, warga Dukuh Karangkidul, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, menuju permakaman setempat, Rabu (13/2/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
14 Maret 2019 18:35 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali mengirimkan tim ke Rumah Sakit Hidayah Boyolali untuk meminta klarifikasi terkait kasus meninggalnya Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, sesaat setelah menjalani operasi amandel di rumah sakit tersebut, Selasa (12/3/2019) lalu.

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina mengatakan hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari rumah sakit terkait kasus itu. “Kami perintahkan tim pembina kami agar besok [Jumat, 14/3/2019] ke RS Hidayah untuk meminta klarifikasi kasus itu. Memang, selama kegiatan medis berjalan normal, rumah sakit tidak dilaporkan. Tetapi karena kasus ini menjadi perhatian masyarakat melalui media, kami akan lakukan yang namanya klarifikasi rumor,” ujarnya saat ditemui di kompleks Alun-Alun Kidul Boyolali, Kamis (14/3).

Menurutnya, klarifikasi itu menyangkut prosedur-prosedur yang dilakukan rumah sakit dalam menangani pasien tersebut. “Jika prosedur-prosedur sudah dijalankan semuanya, artinya rumah sakit sudah melakukan hal yang benar. Sebaliknya, jika ada unsur kelalaian, nanti ada sanksi yang disesuaikan dengan tingkat kelalaiannya tadi,” imbuhnya.

Ratri tidak menampik selain upaya penanganan pasien oleh tim medis, ada penentu lain yakni Tuhan. “Kalau prosedur memang harus dijalankan secara maksimal atau harus 100 persen. Tapi meski sudah begitu, Tuhan bisa saja berkehendak lain sehingga pasien kemudian meninggal dunia. Ini tidak hanya sekali. Makanya akan kami cek bagaimana prosedur yang dijalankan rumah sakit ini melalui tim kami itu nanti.”

Terpisah, kakak kandung Ahsan, Fajar, meluruskan berita yang sudah tersebar di masyarakat bahwa adiknya itu sempat siuman sejak selesai operasi hingga meninggal dunia. “Kami ingin menegaskan adik saya belum sempat siuman. Adik saya belum sadar sejak keluar ruang operasi hingga kemudian masuk lagi ke ruang ICU beberapa saat kemudian,” ujarnya kepada Solopos.com.

Seperti diberitakan, Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, warga Dukuh Karangkidul, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, meninggal dunia satu jam setelah menjalani operasi amandel di Rumah Sakit Hidayah, Boyolali, Selasa. Pihak rumah sakit menyatakan proses operasi sudah dilakukan sesuai prosedur, namun akan tetap melakukan audit medis.

Ahsan yang merupakan siswa kelas I SDIT Ibnu Umar Mojosongo ini langsung dimakamkan pihak keluarga Rabu (13/3/2019) di permakaman dekat rumahnya. Ayah Ahsan, Wakidi, mengatakan anaknya memang menderita amandel dan oleh dokter Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dinyatakan harus dioperasi. Namun setelah menjalani operasi, Ahsan justru meninggal dunia.