Ketat! Hasil Pilkades Pacing Klaten Ditentukan Oleh 1 Suara

Dua warga Pacing, Wedi, Klaten, mencopoti perlengkapan di tempat pemungutan suara (TPS) Pilkades setempat, Kamis (14/3/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
14 Maret 2019 20:35 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pacing, Kecamatan Wedi, Klaten, Rabu (13/3/2019), berlangsung ketat. Salah satu calon kades (cakades), Lami Wiyono, menang hanya dengan selisih satu suara atas rivalnya, Wahyu Nurdiyanto.

Kendati demikian, proses penghitungan perolehan suara pilkades tersebut berlangsung kondusif. Wahyu Nurdiyanto legawa atas kekalahan tipis tersebut. Di sisi lain, cakades terpilih Lami Wiyono memilih tak banyak komentar.

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, persaingan memperebutkan kursi Kades Pacing paling ketat di Kabupaten Bersinar. Hal itu berdasarkan hasil perolehan yang diperolah masing-masing cakades yang hanya berselisih satu suara. Pilkades hanya diikuti dua cakades, yakni Lami Wiyono dan Wahyu Nurdiyanto.

Di Pacing terdapat tiga kotak suara yang disesuaikan dengan kondisi wilayahnya. Panitia pilkades mengawali penghitungan suara di kotak I yang meliputi RT 001-RT 004.

Di kotak I, cakades Wahyu Nurdiyanto memperoleh 161 suara. Sedangkan Lami Wiyono meraih 69 suara. Di kotak II yang meliputi RT 005-RT 008, Wahyu Nurdiyanto masih unggul dengan 198 suara. Sementara Lami Wiyono meraih 123 suara.

Giliran di kotak III yang meliputi RT 009-RT 012, Lami Wiyono yang meraih 242 suara unggul jauh atas rivalnya, Wahyu Nurdiyanto yang mengantongi 74 suara. Total Wahyu Nurdiyanto meraih 433 suara dan Lami Wiyono meraih 434 suara.

Sepanjang penghitungan suara juga ditemukan sembilan surat suara rusak. Kerusakan suara merata di masing-masing wilayah. Pascapenghitungan suara, masing-masing cakades dapat menerima hasil tersebut.

“Saya sak dermo saja. Setelah penghitugan itu, suami saya mengajak pulang. Saya sempat menangis juga saat itu,” kata istri Wahyu Nurdiyanto, Indah Hidayati, 27, saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (14/3/2019).

Hal senada dijelaskan kakak ipar Wahyu Nurdiyanto, Wahyu Tri, 38. Wahyu Nurdiyanto dan pendukungnya dapat menerima hasil pilkades di desanya. Sejauh ini, kubu Wahyu Nurdiyanto juga tak ada keinginan mengajukan gugatan terhadap hasil pilkades.

“Kami bisa menerima dan legawa. Kami puas dengan hasil ini karena masih dipercaya masyarakat [dengan perolehan 433 suara]. Ini juga sudah disosialisasikan Pak Agung ke seluruh pendukungnya [sehari-hari, Agung Nurdiyanto bekerja sebagai guru honorer di SMKN 1 Gantiwarno]. Sejak awal, niat maju di pilkades untuk mewujudkan trasnparansi di desa,” katanya.

Terpisah, Lami Wiyono enggak banyak bicara. Pensiunan Polri berpangkat AKBP itu tak ingin mengeluarkan pernyataan di media terlebih dahulu. “Mohon maaf, saya lebih baik tak bicara dulu. Begitu dilantik, saya baru mau berbicara,” katanya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Desa (Sekdes) Pacing, Siti Karyawati, mengatakan suasana pilkade di desanya tetap kondusif meski terdapat selisih satu suara. Setelah penghitungan suara rampung, suasana di desanya sempat dijaga sejumlah polisi.

“Semua pihak sudah saling menerima. Memang sejak awal, kami menekankan seluruh cakades agar siap menang dan siap kalah. Pelayanan di balai desa pascapencoblosan tetap berjalan lancar,” kata Siti Karyawati yang juga anggota panitia Pilkades Pacing.