Pengerjaan Fisik TMMD Reguler Ke-104 di Sukoharjo Capai 50 Persen

Jajaran TNI, Polri, Pemkab Sukoharjo dan masyarakat bahu membahu melaksanakan proyek pembangunan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Selasa (12/3 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
15 Maret 2019 02:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Pelaksanaan proyek fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, mencapai 50 persen. Berbagai rintangan dan tantangan akses jalan yang terjal, serta kondisi jalan licin lantaran berupa tanah liat tak menjadi hambatan.

Komandan Kodim (Dandim) 0726/ Sukoharjo, Letnan Kolonel Chandra Ariyadi Prakosa, mengatakan TNI dan masyarakat bahu membahu membangun jalan yang nantinya mampu membuka akses penghubung empat dukuh, yakni Dukuh Sumber Agung, Sambirejo, Celep dan Puntuk. Jalan tersebut dibangun sepanjang 729 meter.

"Aksesnya cukup sulit karena kita harus membuka jalan, dari setapak menjadi jalan dengan lebar lima meter," kata dia, Kamis (14/3/2019).

Dia mengatakan TMMD Reguler ke-104 serentak dikerjakan di seluruh wilayah di Indonesia mulai Selasa (26/2/2019) dan ditargetkan selesai pada Rabu (27/3/2019) mendatang. TMMD Reguler ke-104 di Sukoharjo menerima kucuran anggaran senilai Rp1,5 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten Sukoharjo. TMMD Reguler ke-104 dilaksanakan untuk kegiatan fisik dan nonfisik

Sasaran pengerjaan di antaranya pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 729 meter lebar 2,5 meter yang menghubungkan Dukuh Celep dan Dukuh Sumber Agung, talud jalan Dukuh Celep dan Dukuh Sambirejo sepanjang 283 meter, talud jalan Dukuh Celep dan Dukuh Sumber Agung sepanjang 101 meter, talud jalan Dukuh Celep dan Dukuh Sambirejo sepanjang 183 meter. Selain itu pengerjaan makadam jalan Dukuh Celep dan Dukuh Sumber Agung sepanjang 193 meter, pembuatan tempat mandi cuci kakus (MCK) sebanyak 12 unit, rehab Poskamling sebanyak dua unit, perbaikan masjid sebanyak dua unit dan pembangunan balai pertemuan Dukuh Celep satu unit.

"Dari hasil peninjauan ini saya melihat pengerjaan fisik sudah mencapai 50 persen. Kami harapkan agar pengerjaan selesai tepat waktu," katanya.

Warga Puntuk, RT002/RW 004 Desa Celep, Parmi, 39, mengaku senang dengan adanya pembangunan jalan yang kini tengah dikerjakan TNI bersama Pemkab. Jalan tersebut mampu mempermudah akses warga, terutama pelajar dan para petani.

"Pelajar di sini tidak lagi harus memutar hingga butuh waktu 15 menit, tapi nanti cukup lima menit saja. Petani juga senang karena jalan bisa dilalui truk untuk mengangkut hasil pertanian," katanya.