Bocah SD Boyolali Meninggal Seusai Operasi Amandel, Karena Tersedak?

Kerabat mengusung keranda jenazah Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, warga Dukuh Karangkidul, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, menuju permakaman setempat, Rabu (13/2/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
15 Maret 2019 18:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Hasil klarifikasi tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali ke Rumah Sakit (RS) Hidayah menemukan kemungkinan penyebab meninggalnya Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, bocah SD asal Dukuh Karangkidul, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, seusai operasi amandel karena tersedak.

Tim dari Dinkes Boyolali datang ke RS Hidayah pada Jumat (15/3/2019). Tujuan mereka meminta klarifikasi dokter dan petugas medis rumah sakit yang terlibat operasi amandel terhadap Ahsan, Selasa (12/3/2019). Ahsan meninggal dunia sekitar satu jam setelah operasi.

Dari hasil klarifikasi itu, tim dokter menduga ada makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas setelah operasi. “Dari pihak rumah sakit kecurigaannya ada pihak keluarga yang memberikan makan atau minum sehingga tersedak masuk ke saluran napas, yang menyebabkan gangguan napas. Ini yang menjadi penyebab kematiannya [Ahsan],” ujar Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina kepada Solopos.com setelah klarifikasi ke pihak rumah sakit, Jumat.

Hasil klarifikasi ini akan dikroscek ke keluarga Ahsan. Rencananya, Senin (18/3/2019), tim yang sama akan menemui keluarga Ahsan. “Senin [pekan depan] saya minta [tim] mengunjungi keluarga untuk mengonfirmasi keterangan rumah sakit tersebut,” imbuhnya.

Jika nanti keterangan dari dua belah pihak tersebut berbeda, Dinkes akan meminta pandangan kepada organisasi profesi. “Jika belum sinkron juga, kami bisa undang pakar dari organisasi profesi untuk memberikan pandangannya.”

Sementara itu, selain melakukan klarifikasi tim Dinkes juga mengecek perizinan rumah sakit dan surat izin praktik dokter yang menangani Ahsan. Menurutnya, semuanya lengkap dan masih berlaku.

“Tadi dari Dinkes sudah cek tentang perizinan dan surat izin praktik dokter yang memberikan pelayanan, semuanya lengkap dan masih berlaku,” imbuh Ratri yang juga akrab disapa Lina ini.

Sementara itu, kakak Ahsan, Fajar Saefudin belum dapat dimintai konfirmasi mengenai hasil klarifikasi tim Dinkes ini. Ponselnya tidak diangkat saat Solopos.com menghubungi, Jumat.

Seperti diberitakan Ahsan meninggal dunia satu jam setelah menjalani operasi amandel di Rumah Sakit Hidayah, Boyolali, Selasa (12/3/2019). Pihak rumah sakit menyatakan proses operasi sudah dilakukan sesuai prosedur, namun akan tetap melakukan audit medis.

Ahsan yang merupakan siswa kelas I SDIT Ibnu Umar Mojosongo ini langsung dimakamkan pihak keluarga Rabu (13/3/2019) di permakaman dekat rumahnya.