Pilkades Klaten: 83 Petahana Tumbang, 36 Cakades Tak Hadir di TPS

Warga melihat proses penghitungan suara Pilkades Ponggok, Polanharjo, Klaten, Rabu (13/3/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
15 Maret 2019 09:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 269 desa Kabupaten Klaten, Rabu (13/3/2019), penuh kejutan. Sebanyak 83 calon kepala desa (cakades) petahana tumbang sementara sekitar 36 cakades tak hadir di tempat pemungutan suara (TPS) yang berakibat mereka gugur secara otomatis.

Selain itu ada pula pula cakades yang perolehan suaranya hanya berselisih satu suara. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, pilkades serentak gelombang II di Kabupaten Bersinar, Rabu (13/3/2019) diikuti 269 desa.

Total calon kepala desa (cakades) yang ikut kontestasi ada 747 orang. Sebanyak 218 orang dari jumlah tersebut berstatus petahana. Cakades itu terdiri atas 657 laki-laki dan 90 perempuan. Jumlah pemilih di 269 desa mencapai 652.684 orang.

Hasil penghitungan suara menyebutkan 38 persen petahana atau 83 orang tumbang. Sebanyak 36 cakades memperoleh 0 suara karena tak hadir saat pencoblosan.

Selain diikuti petahana, pilkades serentak kali ini juga diikuti anggota DPRD Klaten periode 2014-2019, Ari Koeswanto. Anggota DPRD itu tercatat sebagai cakades di Desa Mundu, Kecamatan Tulung. Ari Koeswanto yang meraih 1.006 suara dikalahkan rivalnya, Budiyanto, yang meraih 1.113 suara.

Di samping anggota DPRD Klaten, pilkades serentak juga diikuti eks kepala seksi (kasi) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Suramlan, yang terseret kasus suap jabatan dan dipenjara beberapa waktu lalu.

Suramlan maju sebagai cakades di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk. Suramlan memperoleh 648 suara. Jumlah suaranya masih di bawah cakades lainnya, seperti Reni Wibowo dengan 661 suara dan cakades terpilih, Sukirdi, yang meraih 720 suara.

Cakades lain di Planggu yang memperoleh suara paling sedikit, yakni Sri Dadi dengan 105 suara. “Secara umum, pelaksanaan pilkades di Klaten aman dan lancar. Tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi, rata-rata mencapai 80 persen, padahal saat pencoblosan tidak ada libur daerah. Saya mencatat ada 38 persen cakades petahana yang rontok di sini. Kami tak tahu penyebabnya tapi hal ini menandakan kondisi masyarakat yang dinamis. Bagi cakades yang kalah harus berbesar hati,” kata Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Klaten, Ronny Roekminto, saat ditemui wartawan di kompleks Setda Klaten, Kamis (14/3/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Jaka Purwanto, menjelaskan sesuai rencana, pelantikan cakades terpilih berlangsung 16 Mei 2019. “Terkait lokasi belum ditentukan. Masih menunggu pembahasan lebih lanjut,” katanya.