Tangkap Perempuan Saat Bersama Ibunya di Klaten, Ini yang Ditemukan Densus

Ilustrasi garis kuning kepolisian. (Antara)
15 Maret 2019 06:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Setelah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di rumah ibunya di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Kamis (14/3/2019) sore, Ysr dibawa ke Jakarta. Pascapenangkapan itu, rumah ibunda Ysr, Sry, digeledah Tim Densus.

Kapolres Klaten, Aries Andhi, mengonfirmasi Ysr ditangkap tim Densus 88 Antiteror. Wanita tersebut sempat dibawa ke Mapolres Klaten untuk pemeriksaan kesehatan. “Setelah dari polres langsung dibawa ke Jakarta,” jelas dia, Kamis.

Saat ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30 WIB, perempuan berumur 30-an tahun itu hanya berdua dengan ibunya. Penggeledahan pun berujung penyitaan sejumlah barang.

Kapolres menjelaskan saat penggeledahan di rumah orang tua Ysr, tim Densus 88 tidak menemukan benda-benda yang dicurigai mengarah pada kelompok teroris. “Saya belum tahu terkait dengan jaringan mana,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang warga Joton, Jangkung Sudono, mengatakan penggeledahan dilakukan setelah Ysr dibawa polisi. Jangkung ikut menyaksikan proses penggeledahan. “Ada benda-benda yang dibawa polisi. Ada semacam kotak sepertinya kotak obat atau apa kurang tahu dan bekas lakban,” kata Jangkung saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis.

Jangkung menjelaskan Ysr lahir di desa itu. Namun, sejak lulus sekolah Ysr merantau ke Tangerang bekerja di salah satu pabrik sepatu. Ysr lantas pindah kependudukan setelah menikah dan menetap di Tangerang.

Namun sejak 10 hari yang lalu, Ysr pulang ke rumah orang tuanya lantaran mendapat kabar sang ibu sakit. Ysr pulang seorang diri tanpa suami dan anak-anaknya dan berencana kembali ke Tangerang pada Sabtu (16/3/2019).

Jangkung menjelaskan Ysr sering pulang ke kampung halamannya saat Lebaran tiba bersama suami serta anak-anaknya. “Orangnya biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh. Sering main ke tetangga kalau pulang,” ungkapnya.

Ditemui di rumahnya, Sry mengatakan Ysr pulang ke Joton seorang diri dan tak pamit dengan suaminya. Ia mengatakan anak keempatnya tersebut menikah dengan seorang laki-laki yang bekerja sebagai pedagang serta dikarunia dua orang anak. “Rencana Sabtu siang mau pulang dengan adiknya. Kalau anak saya itu orangnya biasa-biasa saja,” tutur Sry.