Pemdes Singodutan Wonogiri Gunakan Dana Desa Untuk Bangun Tempat Wedangan

Omah Apoeng milik badan usaha milik Desa Singodutan, Dusun Krisak, Desa Singodutan, Selogiri, Senin (11/3/2019). Pemdes Singodutan menyiapkan bantuan modal Rp50 juta untuk pengembangan Omah Apoeng. - Cahyadi Kurniawan
15 Maret 2019 05:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI--Pemerintah Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, memiliki badan usaha yang berbeda dengan badan usaha milik desa lain yang kebanyakan mengelola objek wisata. Meski sama-sama bergerak di sektor wisata, badan usaha milik (BUM) Desa Selogiri ini lebih spesifik bergerak pada wisata kuliner.

Pemdes Singodutan memiliki Omah Apoeng, sejenis tempat wedangan dengan konsep tradisional. Tempay wedangan ini berupa bangunan berbentuk limasan yang berdiri di atas kolam besar sehingga seolah-olah mengapung. Di situ juga pengunjung bisa menikmati wedangan dan jajanan tradisional seperti dijumpai di angkringan pada umumnya.

“Omah Apoeng baru dibuka sekitar sebulan lalu. Antusiasme pengunjung cukup tinggi sehari, ada sekitar 100-200 orang datang ke sana,” kata Kepala Desa Singodutan, Karsanto, saat ditemui Espos di kantornya, Senin (11/3/2019).

Selama ini, Omah Apoeng banyak dipesan orang untuk tempat pertemuan PKK, arisan, dan lainnya. Memang tempat wedangan ini untuk sementara baru bisa menampung maksimal 50-an orang. Karena tingkat kunjungan yang tinggi, pemdes berencana mengembangkan Omah Apoeng. Anggaran Rp50 juta dari dana desa disiapkan untuk menambah fasilitas ruang pertemuan bergaya klasik dari bambu.

Pengembangan Omah Apoeng hanya sebagian dari pemanfaatan dana desa yang tahun ini mendapat alokasi Rp772.552.000. Dana desa digunakan disalurkan di bidang kesehatan yang nilainya Rp45 juta. Dana ini untuk kegiatan penyuluhan kesehatan, pelatihan bagi kader kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita. Kader kesehatan mendapat insentif Rp200.000 per tahun.

Karsanto menambahkan pemdes juga mengintervensi program deteksi dini penyakit tidak menular yang dilakukan oleh Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Harapannya masyarakat lebih sadar untuk rutin memeriksakan kesehatan. “Deteksi dini penyakit tidak menular tahun ini semoga lebih mudah karena kami sokong dengan anggaran. Kami siapkan Rp13 juta untuk pengecekan gula darah dan pengecekan kolesterol gratis. Kami lihat bagaimana mafaatnya untuk setahun ke depan sebagai bahan evaluasi tahun depan,” terang dia.

Selain itu, tahun ini juga Pemdes membangun sejumlah infrastruktur seperti jalan, saluran air, dan talut senilai total sekitar Rp500 juta. Belum lagi sejumlah program untuk pelatihan tata boga, pelatihan anggota linmas, dan lainnya.

Rencana APB Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri 2019

Pendapatan

  • Dana Desa 552.000
  • Alokasi Dana Desa 605.000
  • Bagi Hasil Pajak dan Retribusi 073.000
  • Bankeu Provinsi 000.000
  • Pendapatan Asli Desa 600.000

Total      Rp1.463.139.000

 Belanja

  • Penyelenggaraan Pemerintahan 814.000
  • Pembangunan infrastruktur 541.600
  • Pembinaan Masyarakat 000.000
  • Pemberdayaan Masyarakat 224.400

Total      Rp1.463.139.000

Sumber: Pemdes Singodutan, Kecamatan Selogiri.