Langkah Wali Kota Solo Larang Kampanye War-Wer Tuai Dukungan

Kasat Sabhara Polresta Surakarta, Kompol Busroni, menunjukkan motor yang disita petugas dikarenakan menggunakan knalpot brong di Mapolresta Surakarta, Rabu (27/2/2019). (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
16 Maret 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Wali Kota Solo sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), FX Hadi Rudyatmo, melarang kadernya menggelar kampanye konvoi sepeda motor keliling kota. Apalagi sampai melepas knalpot sehingga menimbulkan suara berisik.

Larangan kampanye dengan knalpot bolong yang disampaikan Rudy mendapat beragam tanggapan warganet. Sejumlah warganet mendukung larangan tersebut karena merasa terganggu dengan suara berisik konvoi. Sementara sebagian netizen lainnya ragu apakah Rudy benar-benar menepati omongannya.

"Nah kan, pokoknya semua partai hlo. Solo sudah macet, jadi tambah macet dan ikon Solo bisa tercoreng kalau ada yang nekat kampanye ugal-ugalan enggak tertib," komentar Ardhy Wardhana di Facebook Solopos.com yang memuat berita tersebut, Jumat (15/3/2019).

"Semestinya dari kemarin-kemarin pak. Tapi enggak papa. Masih mending terlambat daripada tidak sama sekali. Ayo pak polisi. Sikat semua knalpot ngebrong. Enggak peduli apapun partainya," imbuh Atok Gepeka Trihartono.

"Setuju Mas Rudy, kalau perlu motornya tidak usah dikembalikan," imbuh SU Narso.

"Iya, bikin tuli telinga. Kasihan orang sakit. Tolong ditangkap yang lewat jalan Gunung Slamet," imbuh Indah Hidayat.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Rudy meminta polisi menindak tegas dengan menangkap kader atau simpatisan yang melanggar imbauannya. Sebab, konvoi kendaraan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Bengawan.