Pemuda Sukoharjo Ditangkap Usai Bawa Kabur Mobil Orang Lain

Borgol (id.gofreedownload.net)
16 Maret 2019 22:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seorang pemuda asal Sukoharjo ditangkap polisi karena diduga menggelapkan mobil milik orang lain. Pelaku bernama Febrian Anjas Prasetyo, 19, warga Desa Jetis, Kecamatan Baki, Sukoharjo, ditangkap saat bersembunyi di rumah penduduk di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sabtu (16/3/2019).

Informasi yang dihimpun solopos.com, Sabtu, Anjas membawa kabur mobil Suzuki Ertiga berpelat nomor AD 9385 JK warna merah milik Ferdian Faisal, warga Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Kejadian bermula saat Ferdian pergi menuju tempat pencucian mobil di wilayah Grogol pada Jumat (15/3/2019). Lantaran antrean cukup lanjang, Ferdian lantas meninggalkan mobil di lokasi pencucian mobil dan menitipkan mobilnya kepada salah satu karyawan pencucian mobil.

Ferdian merupakan pelanggan tempat cucian mobil. Biasanya, karyawan tempat cucian itu mengantarkan mobilnya ke rumah. Namun, hingga Sabtu, mobil tak kunjung diantar karyawan tempat cucian mobil ke rumah.

"Korban tidak bisa mengambil mobil lantaran mengikuti acara pengajian pada Jumat malam. Keesokan harinya, korban kaget lantaran mobilnya tidak ada di tempat cucian," kata Kapolsek Grogol, AKP Didik Noertjahjo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, Sabtu.

Ferdian langsung melaporkan kasus itu ke Polsek Grogol. Polisi langsung melakukan pengejaran mobil yang dibawa Anjas menuju arah Nguter. Anjas adalah salah satu karyawan di tempat pencucian mobil di mana Ferdian berlangganan.

Mobil milik Ferdian ditemukan di pinggir Jalan Solo-Sukoharjo tepatnya di Desa Gupit, Kecamatan Nguter pada Sabtu siang. "Pelaku meninggalkan mobil lantaran kehabisan bakar bakar minyak di pinggir jalan. Pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki menyusuri tepi sungai," ujar Kapolsek.

Pelaku ditangkap anggota Polsek Nguter dan dibawa langsung ke Mapolsek Grogol. Pelaku dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.